Prabowo Sebut Investasi Besar Masuk RI, Realisasi Juni Tembus Rp1.010 Triliun

Prabowo Sebut Investasi Besar Masuk RI, Realisasi Juni Tembus Rp1.010 Triliun

ENERGINEWS.ID — Presiden Prabowo Subianto memastikan gelombang investasi besar akan masuk ke Indonesia dalam beberapa pekan ke depan. Keyakinan itu disampaikannya setelah realisasi investasi sepanjang Januari–Juni 2026 menembus Rp1.010 triliun, dengan inflasi yang disebut berada di level 2,92 persen.

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan segera kedatangan investasi dalam jumlah besar. Pernyataan itu ia sampaikan dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026), dengan merujuk pada sejumlah indikator ekonomi yang dinilainya tetap kuat di tengah gejolak global.

Realisasi investasi hingga Juni 2026 tercatat Rp1.010 triliun. Angka itu disebut masih sejalan dengan target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Realisasi 2025 dan Serapan Tenaga Kerja

Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun. Pemerintah mencatat angka itu turut mendorong pembukaan 2,7 juta lapangan kerja baru pada periode yang sama.

Untuk tahun berjalan 2026, sekitar 1,4 juta lapangan kerja telah tercatat. Prabowo menegaskan investasi tersebut bukan berasal dari program pemerintah, melainkan arus modal yang masuk ke Indonesia saat kondisi global masih bergejolak.

"Dan ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," kata Prabowo.

Pertemuan dengan Pelaku Usaha Besar Dunia

Dasar keyakinan itu, menurut Prabowo, adalah pertemuannya dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia. Para investor tersebut menilai fundamental ekonomi Indonesia kuat dan aman sebagai alasan menanamkan modal.

"Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman," ujarnya.

Prabowo tidak merinci negara asal maupun sektor investor yang dimaksud. Pemerintah juga belum menyampaikan nilai atau jadwal spesifik dari investasi yang disebut akan masuk.

Inflasi 2,92 Persen dan Rasio Utang Rendah

Optimisme itu dikaitkan Prabowo dengan sejumlah indikator makroekonomi. Ia menyoroti tingkat inflasi yang disebut berada di level rendah, rasio utang yang relatif rendah, serta defisit yang masih di bawah batas 3 persen.

"Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia. 2,92 persen. Anda bayangkan," kata Prabowo.

Angka inflasi 2,92 persen itu berada dalam sasaran Bank Indonesia yang menjaga stabilitas harga. Pemerintah memandang kombinasi inflasi rendah dan defisit terkendali sebagai ruang fiskal yang cukup untuk menarik modal asing.

Menunggu Bukti di Lapangan

Klaim investasi besar-besaran ini menempatkan ujian pada realisasi kuartal IV 2026. Publik dan pelaku pasar akan menakar apakah arus modal yang dijanjikan benar-benar terwujud dalam bentuk penanaman modal tetap, bukan sekadar portofolio jangka pendek.

Pemerintah belum mengumumkan mekanisme pengawasan maupun target tambahan di luar APBN. Jika terealisasi, tambahan investasi tersebut berpotensi memperkuat penciptaan lapangan kerja yang pada 2025 sudah menyentuh 2,7 juta orang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index