Harga Pertamax Green Naik Paling Tinggi Secara Persentase
ENERGINEWS.ID — Pertamina menaikkan harga Pertamax Green 95 dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter per 2 September. Kenaikan ini mencapai Rp2.550 per liter atau sekitar 15,3 persen. Padahal, sehari sebelumnya perusahaan pelat merah itu sudah menaikkan tiga produk lainnya.
Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter, sementara Dexlite melonjak dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Adapun Pertamina Dex dibanderol Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150 per liter. Harga Pertamax reguler tercatat tetap di Rp15.950 per liter.
BP dan Shell Susul dengan Kenaikan hingga Rp3.510
SPBU BP melakukan penyesuaian harga pada 2 September. BP Ultimate naik dari Rp16.760 menjadi Rp19.330 per liter. Sementara BP Ultimate Diesel melonjak dari Rp21.910 menjadi Rp25.420 per liter, naik Rp3.510 dalam sebulan. Harga BP 92 tidak berubah, masih dipatok Rp16.130 per liter.
Shell juga merombak harga produk dieselnya. Shell V-Power Diesel kini dijual Rp25.420 per liter, naik dari bulan sebelumnya yang Rp21.910 per liter. Dengan begitu, harga diesel premium dari Shell dan BP kini sama persis.
Kenaikan Ini Hanya Berlaku untuk BBM Nonsubsidi
Kenaikan ini hanya menyentuh segmen nonsubsidi yang memang mengikuti mekanisme pasar. Harga jualnya dihitung berdasarkan rata-rata harga minyak internasional, kurs dolar AS, hingga biaya distribusi dan margin operator. Ketika acuan itu naik, harga jual ikut terkoreksi.
Untuk konsumen, dampaknya langsung terasa di kantong. Pemilik kendaraan diesel komersial seperti truk dan angkutan umum yang menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex wajib menganggarkan biaya bahan bakar lebih besar. Sementara pengguna bensin premium seperti Pertamax Turbo dan BP Ultimate juga harus merogoh kocek ekstra.
BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak terpengaruh kebijakan ini. Harganya masih diatur pemerintah dan tidak berubah.
Bahan Bakar yang Tidak Ikut Naik
Di tengah gelombang kenaikan, beberapa produk tetap bertahan. Pertamax reguler masih dijual Rp15.950 per liter, sedangkan BP 92 dipatok Rp16.130 per liter. Keduanya menjadi pilihan paling ekonomis di segmen bensin nonsubsidi setelah harga produk lain merangkak naik.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menegaskan tren fluktuasi yang dipengaruhi kondisi pasar global. Bagi konsumen, membandingkan harga antaroperator menjadi langkah penting sebelum mengisi tangki.