JAKARTA - Pihak manajemen maskapai Wings Air terpaksa membatalkan empat agenda penerbangan pada hari Selasa demi menjaga keselamatan serta keamanan operasional imbas sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantoro menerangkan lewat rilis resmi yang diterima di Kupang, NTT, Selasa, bahwa rute penerbangan yang terimbas meliputi penerbangan IW1929 rute Kupang menuju Larantuka jadwal keberangkatan 09.25 WITA.
Selanjutnya, rute penerbangan IW1928 Larantuka menuju Kupang keberangkatan 10.50 WITA, nomor penerbangan IW1995 Kupang menuju Lewoleba keberangkatan 08.30 WITA, serta nomor penerbangan IW1994 Lewoleba menuju Kupang jadwal 09.50 WITA.
Pihaknya menegaskan keputusan pembatalan diambil usai mengamati sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok yang berpotensi memengaruhi ruang udara serta area di sekeliling Bandar Udara Gewayantana Larantuka (LKA) dan Bandar Udara Wunopitu Lewoleba (LWE).
Sebaran materi abu vulkanik patut diwaspadai lantaran dapat terbawa hembusan angin hingga menutup jalur perlintasan pesawat.
Hamburan partikel abu yang amat halus berisiko memperpendek jarak pandang, mengacaukan sistem kelistrikan serta instrumen navigasi pesawat, hingga tersedot masuk ke dalam ruang bakar mesin yang berisiko fatal merusak performa turbin.
"Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan," ujarnya.
Pihak Wings Air mengklaim telah menyampaikan kabar pemberitahuan resmi kepada segenap calon penumpang yang jadwalnya terdampak.
Para pengguna jasa penerbangan diberikan opsi untuk mengajukan proses refund tiket maupun menjadwalkan ulang penerbangan sesuai aturan regulasi yang berlaku.
Maskapai Wings Air terus mengintensifkan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait sembari memantau secara ketat perkembangan dinamika erupsi di lapangan.
"Penerbangan akan kembali dilayani setelah ruang udara dan kondisi bandar udara dinyatakan aman serta memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan," ujarnya.