Basarnas Siapkan Salvage KM Virgo 8, 129 Korban Masih Dicari di Laut Jawa

Basarnas Siapkan Salvage KM Virgo 8, 129 Korban Masih Dicari di Laut Jawa

ENERGINEWS.ID — Sebanyak 129 orang dari KM Virgo Transport 8 belum ditemukan hingga operasi pencarian hari ketiga di perairan Laut Jawa. Basarnas menyiapkan metode salvage dengan membalikkan badan kapal yang kini mengapung terbalik, sebagai jalur alternatif jika penyelaman bawah laut terhalang cuaca. Kapal yang mengangkut 243 orang itu hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Basarnas merencanakan operasi salvage terhadap KM Virgo Transport 8 untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam kapal. Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii menyatakan rencana itu disiapkan sebagai alternatif apabila pencarian bawah laut tidak dapat dilanjutkan akibat cuaca buruk.

Kapal tersebut saat ini berada dalam posisi terbalik dan mengapung di Laut Jawa. Dari 243 orang yang tercatat berada di atas kapal, 114 orang sudah ditemukan, sementara 129 lainnya masih dalam pencarian.

Dasar Hukum Salvage dan Batas Waktu 180 Hari

Syafii menjelaskan, langkah salvage berpijak pada Undang-Undang Pelayaran yang mewajibkan pemilik kapal memindahkan atau mengangkat badan kapal yang mengalami kecelakaan dan mengganggu alur pelayaran aktif.

Aturan itu memberi tenggat paling lama 180 hari bagi pemilik kapal untuk melakukan pemindahan atau pengangkatan. Basarnas berkoordinasi dengan jajaran Kementerian Perhubungan dan melibatkan pemilik kapal untuk menjalankan proses tersebut.

"Karena itu, Basarnas dengan jajaran di bawah Kementerian Perhubungan berkoordinasi dan juga kita melibatkan owner untuk melakukan kegiatan yang saya sampaikan tadi, yaitu salvage terhadap kapal yang terbalik ini," ujar Syafii dalam konferensi pers, Rabu (16/9) malam.

Kewenangan Terbatas, Basarnas Libatkan Para Ahli

Syafii mengakui Basarnas tidak memegang kewenangan penuh atas proses salvage. Karena itu, instansinya mengundang sejumlah ahli untuk membahas teknis pelaksanaan sebelum operasi dimulai.

"Jadi, kewenangan proses salvage ini tentunya bukan istilahnya dimiliki atau kewenangan penuh dari Badan SAR Nasional. Tapi kita memanfaatkan situasi ini untuk bisa dimanfaatkan dalam pelaksanaan operasi ini," katanya.

Menurut Syafii, pengangkatan badan kapal bukan pekerjaan sederhana. Meski demikian, ia menegaskan timnya terus berpacu dengan waktu agar korban yang belum ditemukan bisa segera dievakuasi.

Posisi Kapal Bergeser, Kedalaman Bertambah

Salah satu kendala utama adalah pergeseran posisi kapal dari waktu ke waktu. Syafii menyebut kapal yang semula terdeteksi mengapung di kedalaman 21 meter kini bergeser ke kedalaman 29 meter.

"Kita enggak mungkin berlama-lama, karena apa? Dari pertama kali kondisi kejadian yang kita tentukan sebagai datum, ini makin hari ada pergeseran-pergeseran. Bahkan kemarin yang kita menganggapnya kapal dalam kondisi masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bergeser-geser sekarang di kedalaman 29 meter," ujarnya.

Pergeseran itu membuat jendela operasi pencarian semakin sempit. Basarnas menilai evakuasi korban harus diprioritaskan sebelum kapal ditarik untuk kepentingan investigasi.

Rencana Pembalikan Badan Kapal

Dalam skema salvage, Basarnas hendak membalikkan kondisi kapal agar tim bisa menyisir bagian dalam dan mengevakuasi korban yang masih berada di sana. Metode ini baru dijalankan jika penyelaman bawah laut benar-benar tidak memungkinkan.

"Apabila pencarian underwater belum bisa kita lakukan akibat cuaca, kita merencanakan untuk salvage. Yaitu kita ingin membalikkan kondisi kapal ini dan akan kita laksanakan pencarian di dalam kapal tersebut dan kita akan evakuasi," kata Syafii.

Setelah proses SAR dipastikan rampung, kapal baru akan ditarik ke darat untuk kepentingan investigasi. Basarnas belum memastikan kapan operasi salvage dimulai karena masih menunggu perkembangan cuaca di lokasi.

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport 8

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) pukul 02.00 Wita. Kapal itu berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).

Kapal membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal, dan kru. Hingga Senin (14/9), tim SAR telah menemukan 114 orang, sementara 129 lainnya masih dalam pencarian di tengah cuaca yang belum bersahabat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index