BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Padang, 16 Kota Besar Berawan

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Padang, 16 Kota Besar Berawan

ENERGINEWS.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di Padang pada Kamis. Sebanyak 16 kota besar lainnya diprakirakan hanya berawan, sementara sembilan kota berpotensi hujan ringan. Peringatan ini dikeluarkan setelah terbentuknya daerah konvergensi di sejumlah perairan Indonesia.

BMKG memprakirakan Padang menjadi satu-satunya kota besar yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Prakirawan BMKG Diah Ayu menyampaikan prakiraan tersebut berdasarkan pantauan daerah konvergensi yang terbentuk di beberapa perairan.

Daerah konvergensi terpantau di Laut Jawa, Laut Flores bagian barat, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Timor, Laut Arafuru, Laut Maluku, dan Laut Halmahera. Kondisi itu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Daftar Kota dengan Hujan Ringan

Sembilan kota besar diprakirakan mengalami hujan ringan pada Kamis. Wilayah tersebut meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palangka Raya, Tanjung Selor, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.

Intensitas hujan ringan umumnya tidak berlangsung lama, namun tetap perlu diwaspadai bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. BMKG mengimbau masyarakat memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.

16 Kota Besar Diprakirakan Hanya Berawan

Sebanyak 16 kota besar lainnya diprakirakan hanya berawan sepanjang hari. Wilayah itu mencakup Jambi, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate.

Kondisi berawan tidak menutup kemungkinan munculnya hujan lokal berskala kecil. Warga di wilayah tersebut tetap disarankan menyiapkan perlindungan saat bepergian.

BMKG Tekankan Kesadaran Respons Peringatan Dini Tsunami

Pada Rabu (16/9), BMKG mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat merespons peringatan dini tsunami secara cepat. Kepala Pusat Standardisasi Instrumentasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG Rahmat Triyono menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta.

"Sebaik-baiknya peringatan dini adalah kesadaran masyarakat untuk merespons potensi tsunami," kata Rahmat.

Rahmat secara khusus meminta warga di wilayah pesisir segera melakukan evakuasi ketika merasakan guncangan gempa kuat atau menerima peringatan potensi tsunami. Respons cepat dinilai menjadi kunci meminimalkan risiko korban.

Langkah Warga Menghadapi Cuaca Tidak Menentu

Perubahan cuaca harian menuntut warga menyesuaikan aktivitas, terutama di kota dengan potensi hujan lebat. Menunda perjalanan saat cuaca memburuk dan menghindari berteduh di bawah pohon besar menjadi langkah sederhana yang dianjurkan.

BMKG memperbarui prakiraan cuaca kota besar setiap hari melalui laman resminya. Masyarakat dapat memanfaatkan informasi tersebut sebagai rujukan sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index