Premi Asuransi Kredit Tumbuh 7,10 Persen Pada Semester I 2026

Premi Asuransi Kredit Tumbuh 7,10 Persen Pada Semester I 2026
Ilustrasi Asuransi Kredit.

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan perolehan pendapatan premi asuransi kredit pada lini industri asuransi umum serta reasuransi sanggup menyentuh angka Rp11,87 triliun per Juni 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, memaparkan perolehan tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 7,10 persen secara tahunan (year on year/YoY).

“Dengan nilai klaim sebesar Rp10,85 triliun atau rasio klaim 91,44%,” ungkapnya dalam lembar jawaban RDK OJK Juli 2026, Selasa (1/9/2026).

Ogi Prastomiyono mengemukakan bahwa ekspansi penyaluran kredit perbankan terus memberi ruang ekosistem bagi bisnis asuransi kredit. Kendati demikian, tren ini wajib diimbangi lewat penguatan aspek penutupan risiko (underwriting), mutu portofolio, penetapan harga berbasis risiko, kecukupan penutupan reasuransi, hingga efektivitas proses pemulihan aset (recovery) dan subrogasi.

“OJK mendorong agar industri tidak hanya mengejar pertumbuhan premi, tetapi juga menjaga kualitas risiko, profitabilitas, dan keberlanjutan usaha,” tegasnya.

Pada kesempatan terpisah, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai potensi profitabilitas bisnis asuransi kredit terbilang prospektif, sepanjang laju kredit berjalan secara sehat serta pelaku industri konsisten menerapkan disiplin tata kelola underwriting.

Namun demikian, Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengingatkan agar perusahaan perasuransian tetap mewaspadai potensi lonjakan NPL/NPF, pelemahan daya beli masyarakat, konsentrasi portofolio di sektor tertentu, ancaman moral hazard, tingkat kecukupan premi, serta potensi kenaikan klaim di sektor properti, UMKM, dan pembiayaan konsumtif.

“Dengan demikian, fokus industri tidak hanya mengejar pertumbuhan premi, tetapi memastikan kualitas portofolio tetap sehat,” tegasnya kepada Bisnis.

Sebagai gambaran pendukung, Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan per Juni 2026 sanggup bertumbuh 12,67 persen (YoY), melesat jika dibandingkan pencapaian Mei 2026 yang membukukan angka 11,51 persen (YoY).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan akselerasi pembiayaan tersebut terdorong oleh penguatan fungsi intermediasi perbankan, baik dari sisi tingkat permintaan masyarakat maupun kesiapan kapasitas perbankan dalam mengucurkan pendanaan.

"Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit pada Juni 2026 ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh paling tinggi sebesar 24,9% [YoY]. Selanjutnya, kredit modal kerja tumbuh 8,94% (YoY), sedangkan kredit konsumsi meningkat 5,75% [YoY]," kata Pery dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (22/7/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index