Transformasi BRIVolution Reignite Perkuat Pertumbuhan Bisnis BRI

Transformasi BRIVolution Reignite Perkuat Pertumbuhan Bisnis BRI
Bank BRI.

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengantongi laba bersih senilai Rp31,2 triliun hingga triwulan II 2026, atau melesat 17,5 persen secara tahunan (yoy). Capaian positif ini diraih seiring dengan langkah transformasi perusahaan dalam meningkatkan mutu pertumbuhan, efisiensi operasional, serta tata kelola risiko.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa transformasi yang diterapkan sejak kepemimpinan manajemen baru mulai memberikan hasil nyata bagi penguatan fondasi perusahaan. Pembenahan dilakukan secara menyeluruh mencakup sektor bisnis, budaya kerja, efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko.

“Transformasi yang kami jalankan secara konsisten sejak manajemen baru hadir di BRI mulai menunjukkan hasil yang positif. Kami melakukan penguatan dari sisi bisnis, budaya dan efisiensi, digitalisasi, hingga manajemen risiko yang tetap kuat,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Hery menambahkan, transformasi tersebut mendorong perseroan bekerja lebih produktif sekaligus menjaga laju ekspansi tetap sehat. BRI kini mengakselerasi agenda tersebut lewat program BRIVolution Reignite melalui dua fokus utama, yakni memperkokoh pendanaan dan membenahi bisnis inti sembari menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI memperluas basis dana murah dan transaksional berbasis ekosistem melalui pengoptimalan kanal digital seperti akuisisi merchant, peningkatan transaksi BRImo dan QRIS, serta jaringan BRILink Agen. Penetrasi klaster bisnis, integrasi value chain, dan pendekatan One BRI Solution juga terus diperdalam.

Pada bisnis inti, pembenahan dilakukan pada segmen mikro. Sementara itu, sumber pertumbuhan baru digarap lewat optimalisasi value chain, penyempurnaan produk, akuisisi nasabah berkualitas, hingga perluasan layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Hery menekankan bahwa pertumbuhan berkelanjutan tidak sekadar diukur dari besaran laba, melainkan dari kualitas pertumbuhan itu sendiri.

“Karena itu, Perseroan terus mendorong ekspansi bisnis secara selektif dan prudent, menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis,” katanya.

Kinerja positif tersebut tecermin pada indikator keuangan triwulan II 2026, di mana total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun (tumbuh 11,7 persen yoy) dan penyaluran kredit melonjak 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun. Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.581 triliun atau naik 6,7 persen yoy.

Indikator efisiensi juga membaik, terlihat dari penurunan Cost of Fund (CoF) bank only dari 3,0 persen menjadi 2,4 persen, serta Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen.

Kualitas aset pun makin terjaga dengan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen dan Cost of Credit (CoC) dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen. Return on Asset (ROA) terjaga di angka 2,7 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) naik dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen.

Di tengah bergulirnya transformasi bisnis, BRI menegaskan komitmennya bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi pilar utama bisnis perseroan.

“DNA BRI tetap sama, yakni tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia. UMKM akan tetap menjadi core business BRI,” ujarnya.

BRI juga aktif mendukung program pemerintah dalam inklusi ekonomi melalui penyaluran KUR, FLPP, Program Makan Bergizi Gratis, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Selain itu, BRI menyalurkan bantuan sosial seperti PKH, Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra.

Menurut Hery, keberpihakan pada program pemerintah harus sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian serta pemeliharaan kualitas aset.

“Bagi BRI, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang kami hasilkan hari ini dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index