Malaysia Pulangkan 1.500 Pengungsi Rohingya Bulan Depan

Malaysia Pulangkan 1.500 Pengungsi Rohingya Bulan Depan

ENERGINEWS.ID — Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan proses pemulangan akan melibatkan dua kapal perang angkatan laut Myanmar dan satu kapal rumah sakit. Lebih dari 4.000 individu, terutama etnis Rohingya, akan dialihkan ke program dokumen registrasi pengungsi (DPP), sementara 5.000 lainnya menjalani proses pemulangan sukarela sesuai kesepakatan bilateral.

Verifikasi Status dan Keamanan 10.388 Warga Myanmar

Hingga pertengahan Agustus, tercatat 10.388 warga Myanmar ditahan di depot imigrasi Malaysia. Pemerintah menyatakan tidak semua dari mereka berstatus pengungsi.

Departemen imigrasi kini bekerja sama dengan kepolisian untuk memverifikasi identitas, kewarganegaraan, status imigrasi, klaim suaka, dan latar belakang keamanan para tahanan tersebut. Proses verifikasi ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.

Jaminan Keamanan dan Kekhawatiran Kelompok HAM

Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, menegaskan negaranya tidak akan memulangkan 5.000 pengungsi Rohingya jika mereka berisiko dianiaya atau terancam nyawanya. "Malaysia, sebagai negara yang bertanggung jawab, tidak akan memulangkan 5.000 pengungsi Myanmar jika mereka akan dianiaya atau nyawa mereka terancam," ujarnya awal bulan ini.

Human Rights Watch menyatakan kondisi untuk pemulangan yang aman, bermartabat, dan sukarela ke Myanmar saat ini tidak ada. Organisasi itu memperingatkan militer Myanmar terus melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Malaysia dan Sejarah Panjang Perlindungan Rohingya

Meski bukan penandatangan Konvensi Pengungsi PBB 1951 dan tidak mengakui status pengungsi secara formal, Malaysia selama ini menjadi tempat berlindung bagi warga Rohingya yang melarikan diri dari persekusi. Negara ini menampung lebih dari 215.000 pengungsi dan pencari suaka terdaftar di UNHCR, termasuk lebih dari 126.000 etnis Rohingya—komunitas pengungsi terbesar di negara itu.

Tanggal 25 Agustus menandai sembilan tahun sejak gelombang eksodus besar-besaran Rohingya dari negara bagian Rakhine, Myanmar, ke Bangladesh untuk menghindari operasi militer brutal. Jumlah mereka kini mencapai lebih dari satu juta orang. Rohingya, kelompok etnis mayoritas Muslim yang telah tinggal di Myanmar selama berabad-abad, tidak diakui sebagai kelompok etnis resmi, menjadikan mereka komunitas tanpa kewarganegaraan terbesar di dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index