JAKARTA - Peristiwa digigit anjing merupakan kejadian yang amat menakutkan. Rasa terkejut bercampur nyeri seketika bisa terasa sangat hebat.
Di tengah situasi penuh kepanikan tersebut, orang kerap merasa sulit untuk mengambil keputusan. Namun, tindakan pertolongan pertama saat digigit anjing mesti segera diupayakan.
Kala merasa terancam, sebagian anjing bakal menyerang lalu menggigit. Di samping itu, anjing juga bisa menggigit ketika sedang bermain terlalu agresif atau saat berhadapan dengan situasi baru.
Memahami Prosedur Penanganan
Memahami prosedur pertolongan pertama yang tepat bukan sekadar meredakan rasa sakit, melainkan langkah preventif agar cedera ringan tidak memburuk menjadi darurat medis.
Melansir rujukan Healthline, berikut ini panduan pertolongan pertama saat digigit anjing yang dapat diterapkan:
Hubungi layanan darurat Langkah penanganan gigitan anjing sangat bergantung pada tingkat keparahannya. Bila memungkinkan, segera berpindahlah ke area yang aman dan menjauh dari anjing tersebut guna mencegah gigitan susulan.
Apabila luka gigitan tergolong parah, segera minta pertolongan atau kontak layanan darurat agar memperoleh penanganan medis secepatnya. Selanjutnya, jalankan instruksi pertolongan pertama dari petugas medis.
Tindakan untuk kulit terluka atau robek Jika gigitan menyebabkan kulit terluka atau robek, lakukan beberapa langkah berikut:
Basuh area luka: Segera basuh area luka menggunakan air hangat bersih serta sabun lembut tanpa kandungan pewangi.
Tekan perlahan area luka: Langkah ini berguna mendongkrak aliran darah secara berkala sekaligus membantu mengeluarkan tumpukan bakteri.
Tutup luka dengan kain: Menutup luka memakai kain bersih sembari ditekan halus bakal membantu menghentikan pendarahan.
Gunakan salep antibiotik: Usai pendarahan mulai reda, oleskan salep lalu balut luka secara rapat dengan perban bersih.
Ganti perban secara berkala: Lakukan penggantian perban secara rutin, utamanya jika darah mulai merembes keluar.
Penanganan kulit tidak terluka atau robek ringan Apabila kulit tidak mengalami luka robek dan tidak ada pendarahan, basuhlah area gigitan menggunakan air hangat dan sabun, lalu oleskan salep antibiotik demi membasmi bakteri.
Akan tetapi, segera temui tenaga medis apabila muncul gejala serius seperti kemerahan, pembengkakan, area luka terasa hangat atau sakit saat disentuh, nyeri kian hebat, pendarahan parah, hingga timbul demam.
Kondisi lain seperti terlihatnya jaringan di bawah kulit (tulang dan otot), hilangnya kemampuan menggerakkan anggota tubuh yang digigit, serta luka mengeluarkan nanah juga wajib segera diperiksakan.
Periksa status vaksinasi anjing Mengutip Health Shots, selain mengamati tingkat keparahan luka, penting juga untuk mencari tahu riwayat vaksinasi anjing tersebut.
Hewan sering kali menjadi perantara virus rabies yang memicu infeksi fatal. Upayakan untuk memastikan apakah anjing tersebut sudah mendapatkan vaksinasi rabies terbaru.
Segera minta vaksin anti-rabies Apabila digigit anjing liar berprilaku aneh atau anjing yang belum divaksinasi, segeralah menemui dokter untuk mendapatkan suntikan vaksin anti-rabies.
Disarikan dari NDTV, vaksin anti-rabies umumnya diberikan dalam skema lima dosis, yaitu pada hari kejadian, hari ketiga, ketujuh, ke-14, dan hari ke-28.
Pada kasus gigitan tunggal maupun ganda yang menimbulkan pendarahan, pasien bisa menerima immunoglobulin rabies (RIG). RIG disuntikkan langsung ke dalam dan sekitar luka guna memberikan proteksi instan sebelum vaksin bekerja.
Jika suntikan vaksin tetanus terakhir sudah lebih dari lima tahun lalu, pasien bakal menerima toksoid tetanus. Dokter umumnya meresepkan antibiotik seperti amoksisilin-klavulanat demi mencegah infeksi bakteri selulitis.
Hal yang Wajib Dihindari
Di luar langkah di atas, hindari menyentuh area luka dengan tangan telanjang. Jangan pula membubuhi bahan yang memicu iritasi seperti cabai, tanah, minyak, kunyit, jeruk nipis, garam, abu, hingga getah tanaman.
Bila terdapat risiko paparan rabies, jangan pernah menunda pemberian dosis pertama vaksin.