JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkokoh kesiapan dalam mengantisipasi situasi darurat lewat latihan simulasi penanganan kebocoran serta kebakaran di Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Panaran, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
General Manager PT PGN Tbk Sales and Operation Region 1 (SOR 1) Andi Sangga Prasetia menjelaskan bahwa agenda simulasi ini merupakan kegiatan berkala yang digelar demi memastikan kesiapan operasional perusahaan sekaligus mempererat koordinasi antar-instansi saat terjadi situasi kritis.
“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan komponen pemerintah, termasuk TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta elemen masyarakat sebagai stakeholder,” kata Andi dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.
Menurut pandangannya, kecepatan dalam memberikan respons menjadi elemen yang amat krusial pada penanggulangan keadaan darurat.
“Kecepatan respons sangat penting, termasuk dari Damkar dan dukungan TNI-Polri. Stasiun Gas PGN ini merupakan objek vital nasional yang krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan Kota Batam,” ujarnya.
Ia memaparkan bahwasanya pasokan gas memegang peranan vital sebagai salah satu sumber energi utama untuk menopang sektor kelistrikan di kawasan Batam.
“Jika terdapat gangguan terhadap fasilitas penyaluran gas berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian,” katanya.
Pada gelaran simulasi tersebut, adegan diawali dengan lonjakan tekanan gas yang mengakibatkan komponen PCV tak lagi sanggup mengontrol tekanan pada area downstream.
Kenaikan tekanan tersebut lantas memicu kerusakan pada salah satu sambungan pipa hingga timbul kebocoran gas di lokasi.
Skenario itu disimulasikan memicu kenaikan suhu serta korsleting pada perangkat elektrikal hingga memunculkan insiden flashfire di area metering.
Kobaran api kemudian menyebar ke beberapa titik lantaran masih ada semburan gas yang keluar dari celah kebocoran perpipaan.
“Kami seperti pura-pura ada api tapi tidak ada, simulasinya untuk mengantisipasi keadaan seperti itu,” katanya.
Latihan ini turut meragakan pertolongan darurat bagi petugas yang menderita cedera ketika berikhtiar memadamkan kobaran api.
“Dari pihak rumah sakit juga datang dengan cepat untuk menangani korban,” tambahnya.
Andi mengungkapkan bahwa agenda latihan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi menyeluruh. Beberapa catatan masukan, seperti kendala sinyal komunikasi serta kelayakan tanggul, bakal dijadikan bahan perbaikan guna meningkatkan ketangguhan di masa mendatang.
“Masukan-masukan tersebut tentu kami ambil sebagai bahan evaluasi dan perbaikan untuk kedepan. Itu memang tujuan dari simulasi," katanya.
Ia mengimbuhkan bahwa Stasiun Panaran berhasil mencatatkan rekor bebas dari kecelakaan kerja berskala besar sejak rentang 2005 hingga 2026.
Kegiatan simulasi penanganan darurat ini rutin dihelat setiap tahun secara bergantian di enam wilayah operasional yang terjangkau dalam area SOR 1.