Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Lanjut Melemah Pada 11 September 2026

Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Lanjut Melemah Pada 11 September 2026
Ilustrasi

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan bakal mengalami pelemahan menuju kisaran Rp17.540 sampai Rp17.590 per dolar AS pada hari ini, Jumat (11/9/2026).

Pada penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026), mata uang rupiah tercatat terkoreksi 36 poin atau 0,21 persen sehingga berakhir di level Rp17.547 per dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau bervariasi, di mana yen Jepang naik 0,01 persen, dolar Hong Kong naik 0,02 persen, sementara dolar Singapura dan won Korea masing-masing merosot.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan sentimen luar negeri dipengaruhi oleh dinamika geopolitik AS-Iran serta penantian rilis data inflasi yang berpotensi memengaruhi arah suku bunga The Fed.

Dari dalam negeri, potensi risiko fiskal yang bersumber dari tingginya harga minyak dunia turut membayangi stabilitas ekonomi nasional.

“Jika penerimaan negara tidak mampu mengimbangi lonjakan pengeluaran subsidi, risiko pelebaran defisit anggaran di atas target meningkat,” ucap Ibrahim, Kamis (10/9/2026).

Pada sesi perdagangan pagi pukul 09.15 WIB, rupiah sempat terdepresiasi 0,22 persen ke level Rp17.585 per dolar AS seiring pelemahan sejumlah mata uang kawasan.

Tekanan berlanjut hingga siang hari pukul 12.09 WIB, di mana rupiah merosot hingga 0,52 persen atau 91,5 poin ke posisi Rp17.621,5 per dolar AS.

Mengakhiri perdagangan hari ini pada pukul 15.02 WIB, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,36 persen menuju level Rp17.611 per dolar AS.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index