Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Subsidi Hadapi Musim Kemarau

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Subsidi Hadapi Musim Kemarau
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Dirut Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani meninjau penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat di KDKMP Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat.

JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan serangkaian langkah strategis demi menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga komoditas pangan di tengah berlangsungnya musim kemarau yang berisiko menaikkan harga kebutuhan pokok.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengutarakan bahwa pemerintah mengambil langkah cepat sebab dampak musim kering dan masa paceklik sudah mulai memengaruhi pergerakan harga komoditas pangan pokok.

“Karena sekarang lagi musim kering, musim peceklik, harga mulai sedikit-sedikit naik. Oleh karena itu pemerintah mengambil langkah untuk menghadapi kondisi tersebut,” kata Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja bersama Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani di KDKMP Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat.

Ia memaparkan bahwa salah satu strategi yang dijalankan ialah mempercepat penyelesaian penyaluran bantuan pangan beras bagi keluarga penerima manfaat yang sebelumnya dijadwalkan pada alokasi Juli, Agustus, dan September.

Skema bantuan tersebut diberikan sejumlah 10 kilogram beras tiap bulannya, sehingga setiap penerima manfaat mengantongi total 30 kilogram untuk masa tiga bulan.

“Harusnya Juli, Agustus, September itu 10 kilogram, tetapi sekarang September akan kami selesaikan sekaligus 30 kilogram,” ujarnya.

Menurut keterangannya, penyaluran bantuan pangan ini menargetkan sekitar 33,2 juta penerima manfaat yang tergolong dalam kelompok desil 1 sampai desil 4 merujuk pada data resmi penerima bantuan pemerintah.

Selanjutnya, pemerintah bakal kembali menyalurkan bantuan beras serupa untuk alokasi Oktober, November, dan Desember sejumlah total 30 kilogram bagi sasaran penerima manfaat yang sama.

“Artinya ada satu juta ton lagi yang akan dibagi nanti Oktober atau November sekaligus 30 kilogram,” katanya.

Di samping program bantuan pangan bagi warga berpenghasilan rendah, pihak pemerintah juga mengalokasikan sekitar satu juta ton beras subsidi yang siap digelontorkan ke pasar-pasar tradisional sepanjang Oktober hingga Desember.

Penyediaan beras subsidi ini ditujukan bagi warga yang masih memiliki kemampuan beli, namun memerlukan komoditas bahan pangan dengan patokan harga yang lebih ramah di kantong.

Pemerintah menargetkan harga eceran bagi beras subsidi tersebut dapat ditekan pada rentang Rp12.000 sampai Rp12.500 per kilogramnya.

Langkah ini diharapkan sanggup memperkuat pasokan stok beras di pasaran sekaligus menjaga pergerakan harga agar tetap terjangkau oleh publik sepanjang masa kemarau.

Bukan cuma beras, pemerintah pun mengucurkan subsidi tepung guna menyokong para pelaku industri pangan, termasuk para pembuat kue hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Karena perajin-perajin kue ini tidak boleh impor beras lagi, kami turunkan harganya. Ada 380 ribu ton yang segera disiapkan untuk membuat kue dan berbagai usaha masyarakat,” kata Zulkifli.

Alokasi tepung bersubsidi tersebut disiapkan mencapai kurang lebih 380 ribu ton dengan patokan harga subsidi berkisar Rp11.000 per kilogram.

Pemerintah turut menyediakan komoditas jagung bersubsidi khusus bagi para peternak rakyat sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta keberlanjutan usaha warga di tengah situasi kemarau.

Melalui rentetan kebijakan tersebut, pemerintah optimistis pasokan pangan nasional tetap aman, harga kebutuhan dasar terkontrol, dan daya beli masyarakat dapat terus terjaga selama melewati musim kemarau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index