Dukung UMKM Naik Kelas PLN UID S2JB Beri Bantuan Usaha dan Legalitas

Dukung UMKM Naik Kelas PLN UID S2JB Beri Bantuan Usaha dan Legalitas
PLN UID S2JB.

JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) memperkokoh landasan bisnis 42 UMKM binaan Rumah BUMN Sumsel melalui Program Cipta Wirausaha Maju. Bentuk intervensi yang disalurkan mencakup penyediaan sarana usaha, sarana produksi, pelatihan, hingga pengurusan legalitas legal.

Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan serta spesifikasi tiap pelaku usaha. Wujud dukungannya meliputi gerobak, booth penjualan, alat produksi, pelatihan kewirausahaan, serta fasilitasi izin seperti Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan sertifikasi halal.

Langkah ini merupakan komitmen PLN dalam membangun ekosistem UMKM agar makin produktif, memiliki daya saing tinggi, dan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID S2JB, mewakili General Manager PLN UID S2JB Iwan Arissetyadhi, menyatakan pemberdayaan ini merupakan wujud kontribusi PLN untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat di luar penyediaan tenaga listrik.

"Kami ingin bantuan ini dapat mendukung UMKM agar semakin percaya diri untuk tumbuh. Tidak sebatas memberikan gerobak atau peralatan produksi, kami juga mendorong peningkatan kompetensi dan legalitas usaha sehingga produk mereka memiliki nilai tambah, semakin dipercaya konsumen dan memiliki peluang pasar yang lebih luas," ujar Iwan, Selasa (1/9/2026).

Iwan menilai, kepemilikan izin dan legalitas merupakan pijakan utama bagi pelaku usaha kecil untuk merambah pasar yang lebih luas. Peningkatan mutu produk, kapasitas produksi, dan legalitas diharapkan berjalan selaras.

"Legalitas menjadi salah satu fondasi penting bagi UMKM untuk naik kelas. Ketika kualitas produk, kapasitas usaha, sarana produksi, dan legalitas tumbuh bersama, peluang UMKM untuk masuk ke pasar yang lebih besar juga semakin terbuka," ungkapnya.

Di samping sarana fisik, pelatihan diselenggarakan untuk mengasah keterampilan pengurus usaha dalam tata kelola bisnis, pemasaran, keuangan, hingga manajerial. Program pendampingan serta inkubasi bisnis turut disiapkan guna membimbing pelaku usaha menjawab tantangan industri.

Rumah BUMN Sumsel yang beroperasi sejak 2020 telah memayungi 1.378 UMKM. Wadah ini menjadi sarana belajar, memperluas jejaring, mendapatkan pembinaan, serta membenahi tata kelola usaha.

Manager Operasional Rumah BUMN Sumsel Zuardiansyah Adi Purnama menjelaskan bantuan untuk 42 UMKM dirancang berbasis analisis kebutuhan riil agar memberikan dampak nyata pada proses produksi dan pemasaran.

"Setiap UMKM memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, bantuan yang diberikan kami sesuaikan dengan karakter usahanya, baik berupa gerobak, booth, peralatan produksi, pelatihan maupun penguatan legalitas," kata Zuardiansyah.

Zuardiansyah menegaskan pembinaan tidak berhenti saat bantuan diserahkan, melainkan berlanjut pada pemantauan kualitas, branding, pemasaran digital, dan manajemen. Sinergi PLN UID S2JB bersama Rumah BUMN Sumsel diharapkan mampu mendongkrak omzet, membuka pasar baru, serta menciptakan lapangan kerja.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index