JAKARTA — Rencana pengoperasian LRT Jakarta jalur Manggarai–Kelapa Gading pada tahun ini berpotensi memberikan dorongan positif bagi PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA).
Hadirnya perluasan jaringan LRT Jakarta ini dimanfaatkan perseroan sebagai peluang untuk memperluas aksesibilitas area Kelapa Gading yang sebelumnya sudah terjangkau sarana angkutan umum.
Presiden Direktur SMRA Adrianto P. Adhi menjelaskan bahwa agenda ekspansi transportasi ini selaras dengan arah pembangunan kawasan terpadu (integrated township) milik Summarecon di Kelapa Gading.
Kini, wilayah Kelapa Gading garapan Summarecon telah terhubung ke rute LRT Jakarta melalui Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall.
Keterikatan ini makin kuat berkat adanya kemitraan hak penamaan (naming rights) yang terjalin antara pihak Summarecon dan PT LRT Jakarta.
"Pengembangan simpul transportasi yang dilakukan untuk memberikan alternatif mobilitas yang lebih efisien sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan," ujarnya melalui pernyataan tertulis, Kamis (3/9/2026).
Sebelum melangkah ke proyek ini, SMRA juga telah menggarap kawasan terpadu Summarecon Bekasi yang tersambung ke rute KRL Commuter Line via Stasiun Bekasi Ekstensi.
Pengoperasian stasiun tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak kemudahan akses warga sekaligus memperlancar pergerakan penumpang dari maupun menuju area tersebut.
Sistem konektivitas ini melengkapi infrastruktur Flyover KH. Noer Ali yang dibangun melalui sinergi bersama Pemerintah Kota Bekasi.
Layanan di Stasiun Bekasi Ekstensi bakal berfokus menampung alur penumpang dari arah barat dan selatan, sedangkan stasiun lama melayani area utara serta timur.
Di sisi lain, kawasan Summarecon Bandung turut memperkuat jaringan transportasinya lewat akses Kereta Cepat Whoosh.
Pengunjung dapat mengakses kawasan Summarecon Bandung dari Stasiun Tegalluar Summarecon memanfaatkan fasilitas Jembatan Cibiru Hilir beserta armada shuttle bus.
Langkah kerja sama naming rights kembali diterapkan sebagai strategi kolaborasi guna mempererat integrasi pusat transportasi dengan area sekitar.
Sementara untuk wilayah Tangerang, pihak Summarecon sedang menjajaki integrasi jalur MRT Jakarta Koridor Timur–Barat untuk rute Kembangan–Balaraja.
Dua area pengembangan, yakni Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, masuk ke dalam peta rencana keterhubungan transportasi tersebut.
Bila terealisasi, jaringan MRT bakal mempererat aksesibilitas wilayah Jakarta Barat dengan Tangerang hingga titik-titik pertumbuhan baru di Banten.
Implikasinya tidak cuma memperlancar arus pergerakan warga, melainkan juga membuka pintu akses yang lebih luas ke pemukiman, pusat bisnis, kawasan niaga, dan fasilitas umum.
Terhubungnya jaringan transportasi secara luas membuka peluang bagi kawasan hunian maupun komersial untuk memperoleh jangkauan akses yang makin terbuka.
Di waktu yang bersamaan, masyarakat disuguhkan opsi sarana transportasi yang lebih praktis untuk menunjang rutinitas sehari-hari.
Merujuk pada laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, SMRA menorehkan pendapatan bersih Rp4,25 triliun, terkoreksi 7,2 persen secara tahunan dari capaian periode sama tahun lalu sebesar Rp4,58 triliun.
Di samping itu, perolehan laba bersih yang ditujukan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp332,39 miliar, mengalami penurunan 34 persen dibanding posisi semester I/2025 yang berada di angka Rp503,51 miliar.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum dapat memastikan tanggal pasti pengoperasian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai.
Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proyek LRT sepanjang 12,2 kilometer tersebut dapat segera diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.