VinFast Bangun Pabrik EV Subang, Target TKDN Tembus 80 Persen pada 2030

VinFast Bangun Pabrik EV Subang, Target TKDN Tembus 80 Persen pada 2030

ENERGINEWS.ID — Keputusan VinFast membangun fasilitas produksi fisik di Subang menegaskan posisi Indonesia bukan sekadar pasar penjualan. Pabrik dengan kapasitas awal 50.000 unit per tahun ini akan menjadi basis perakitan seluruh lini produk VinFast yang dipasarkan di Tanah Air.

Langkah ini diambil di tengah pertumbuhan pasar EV nasional yang impresif. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan wholesales mobil listrik melonjak dari 10.327 unit pada 2022 menjadi 103.931 unit pada 2025. Laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia bahkan menyebut pangsa pasar EV nasional telah mencapai 18 persen dari total penjualan mobil baru, melampaui rata-rata ASEAN yang berada di angka 17 persen.

Jadwal TKDN: 40 Persen pada 2026, 80 Persen pada 2030

Target lokaliasi VinFast tidak main-main. Produsen asal Vietnam ini memasang target bertahap yang ambisius:

  • TKDN di atas 40 persen pada 2026
  • TKDN meningkat hingga 60 persen pada 2029
  • TKDN menembus 80 persen mulai 2030

Pabrik Subang nantinya dilengkapi lini produksi terintegrasi, mencakup pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, hingga tes kualitas berstandar global. VinFast juga menyiapkan kawasan pendukung di sekitar pabrik untuk merangkul pemasok dan kontraktor lokal, sehingga menciptakan efek berganda bagi ekonomi nasional.

Lima Model Rakit Lokal: dari City Car VF 3 hingga MPV VF MPV 7

Strategi manufaktur ini tidak hanya diperuntukkan bagi satu model. Seluruh lini produk VinFast akan dirakit di Subang, mulai dari city car VF 3, VF 5, SUV VF 6 dan VF 7, hingga MPV listrik terbaru, VF MPV 7.

Langkah ini sekaligus menjawab arahan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang menekankan pentingnya integrasi industri kendaraan listrik dengan rantai pasok dalam negeri. Pertumbuhan industri EV harus diikuti penguatan komponen lokal agar transisi energi bersih berjalan seiring dengan peningkatan nilai tambah produksi nasional.

Dampak Lokalisasi bagi Konsumen: Harga Suku Cadang Lebih Terjangkau

Bagi calon pembeli, komitmen TKDN 80 persen ini membawa dampak yang terukur. Efisiensi biaya produksi dan distribusi berpotensi menekan harga jual kendaraan, termasuk biaya suku cadang yang lebih murah. Ketersediaan komponen lokal yang melimpah juga mempercepat proses servis dan perbaikan, tanpa harus menunggu inden spare part impor dalam waktu lama.

VinFast memosisikan lokalisasi sebagai komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama industri otomotif Indonesia, bukan sekadar memenuhi regulasi pemerintah. Kehadiran pabrik Subang menjadi fondasi bagi VinFast untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkokoh rantai pasokan kendaraan listrik nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index