Mendes Yandri Hadirkan Festival Duta Desa Gen Z Demi Kemajuan Desa

Mendes Yandri Hadirkan Festival Duta Desa Gen Z Demi Kemajuan Desa
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan bahwa pihaknya menyelenggarakan Festival Duta Desa Gen Z demi mendampingi generasi muda agar dapat berdaya di berbagai pelosok perdesaan Indonesia.

"Ini (Festival Duta Desa Gen Z) kami sambungkan dengan peluang yang bisa membuat gen Z itu berdaya di desa," kata Mendes Yandri dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Sebagaimana diketahui, Festival Duta Desa Gen Z menjadi sebuah ajang untuk memacu keterlibatan, daya cipta, serta kontribusi pemuda dalam mengenalkan potensi sekaligus pembangunan di tingkat desa. Seiring tersedianya kesempatan tersebut, Mendes Yandri turut memohon sokongan Komisi V DPR RI demi menyukseskan gelaran acara tersebut.

"Tanpa dukungan penuh dari pimpinan dan seluruh anggota (Komisi V DPR RI), saya kira Duta Desa Gen Z ini tidak akan berjalan lancar. Saya kira ini cara kami membangun desa melibatkan anak muda," ucapnya.

Di samping itu, eks Wakil Ketua MPR RI tersebut mengungkapkan bahwa jajarannya sudah meresmikan pembukaan (kick off) program Festival Duta Desa Gen Z pada Sabtu (29/8) di Alun-alun Kramatwatu, Serang, Banten.

Saat momen peluncuran itu, Yandri menyuarakan jargon "Gen Z Tajir Melintir dari Desa" sebagai langkah taktis untuk memacu semangat kaum muda supaya bangga serta bersedia mengoptimalkan potensi daerah perdesaan.

Mendes Yandri turut menegaskan bahwa pembentukan duta desa gen Z menjadi upaya kerja sama untuk merealisasikan Astacita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari kawasan desa demi mewujudkan pemerataan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan.

Pada penerapannya, para duta desa gen Z kelak dituntut menjalankan tiga fungsi inti, yaitu sebagai pencipta inovasi ekonomi yang sanggup menggarap potensi lokal lewat pembentukan desa wisata, desa ekspor langsung, maupun desa tematik.

Selanjutnya, fungsi kedua yakni mereka diharapkan sanggup menjadi penggerak digitalisasi dengan memakai media sosial untuk mempublikasikan kemajuan pembangunan desa. Terakhir, duta desa gen Z diharapkan sanggup mengambil peran sebagai sosok inspiratif kemandirian yang membuktikan bahwa pemuda desa sanggup berpenghasilan besar, contohnya lewat pengelolaan potensi desa serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index