Dukcapil Terbitkan 3.055 Dokumen untuk Korban Gempa NTT

Dukcapil Terbitkan 3.055 Dokumen untuk Korban Gempa NTT

ENERGINEWS.ID — Tim Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi NTT yang dibentuk Ditjen Dukcapil Kemendagri bekerja sejak 24 Agustus 2026. Mereka diterjunkan ke Kabupaten Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat untuk memulihkan hak sipil warga yang dokumennya hilang atau rusak akibat bencana.

Layanan Menyisir Posko Pengungsian

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyatakan pemulihan dokumen administrasi kependudukan menjadi kebutuhan mendesak bagi warga pengungsi. KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang hilang tertimbun bangunan membuat warga kesulitan mengakses hak dasarnya.

"Negara hadir langsung ke posko pengungsian agar urusan adminduk warga bisa selesai di tempat tanpa pungutan biaya," ujarnya di Labuan Bajo, Rabu (26/8).

Petugas tidak membuka layanan statis, melainkan menyisir posko-posko pengungsian dan desa terdampak. Setiap tim dibekali perangkat perekaman dan pencetakan portabel, pasokan blangko KTP-el, serta jaringan internet satelit.

Manfaat Langsung bagi Warga Terdampak

Dokumen yang terbit langsung dapat digunakan untuk berbagai keperluan pascabencana. Warga membutuhkannya sebagai syarat pengambilan bantuan logistik, pendaftaran layanan kesehatan di posko medis, pendaftaran ulang sekolah anak, hingga pengurusan klaim bantuan perbaikan rumah.

Warga cukup mendatangi posko pengungsian atau tenda pelayanan adminduk terdekat selama periode 24-27 Agustus 2026 tanpa mendaftar terlebih dahulu. Petugas akan memverifikasi data kependudukan meski dokumen fisik telah hilang atau rusak.

Kerusakan Infrastruktur dan Hibah Peralatan

Gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026 menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia dan 1.603 orang luka-luka. Lebih dari 180 ribu warga mengungsi.

Di sejumlah kabupaten, ruang server kantor Dukcapil ambruk dan peralatan perekaman KTP elektronik rusak berat. Jaringan listrik dan internet di beberapa kecamatan sempat terputus total, sehingga warga tidak dapat mengakses layanan di kantor kecamatan.

Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam yang memimpin tim di Manggarai Barat menyatakan pihaknya turut menyerahkan hibah peralatan dan logistik blangko KTP elektronik kepada dinas setempat. Langkah ini agar Dinas Dukcapil daerah tetap memiliki kapasitas operasional setelah tim pusat menyelesaikan tugasnya.

Kasubdit Keamanan Informasi Adminduk Mensuseno bersama tim teknis melayani pendaftaran Perlindungan Sosial di Desa Robo, Kecamatan Welak, Manggarai Barat sejak Selasa (25/8). Lebih dari 100 kepala keluarga telah terdaftar dalam Perlinsos Digital hingga Rabu (26/8). Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Halo Dukcapil 168 atau laman resmi Dukcapil.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index