4 Aplikasi Android Open-Source yang Sebenarnya Alat Linux Tersembunyi

Kamis, 17 September 2026 | 20:02:00 WIB

ENERGINEWS.ID — Sebagian pengguna Android mungkin tidak sadar sedang menjalankan alat Linux di ponselnya. Sistem operasi besutan Google itu memang berbasis kernel Linux, tapi terlalu jauh berbeda dari distribusi Linux biasa sehingga aplikasi Linux tidak bisa berjalan langsung. Sejumlah aplikasi open-source hadir menjembatani celah itu, dari terminal hingga distribusi Linux lengkap.

Android dibangun di atas kernel Linux, namun jaraknya dengan distribusi seperti Ubuntu atau Fedora sangat lebar. Konsekuensinya, aplikasi Linux tidak bisa dipasang langsung di ponsel. Sejumlah pengembang menutup jarak itu lewat aplikasi open-source yang membawa perangkat Linux ke layar sentuh.

Berikut empat aplikasi Android yang berfungsi sebagai alat Linux terselubung, dihimpun dari sejumlah sumber komunitas open-source.

Termux, Terminal Linux di Saku Anda

Termux adalah terminal emulator Linux untuk ponsel atau tablet Android. Aplikasi ini tidak memerlukan akses root dan mendukung berbagai shell seperti Bash.

Di dalamnya tersedia beragam paket yang memungkinkan pengguna menyulap ponsel menjadi server Linux, menjalankan alat open-source, atau bahkan memasang distribusi Linux utuh. Tampilannya memang rumit bagi yang belum terbiasa dengan terminal.

Pengguna disarankan tidak mengunduh versi Play Store karena fiturnya terbatas. Versi lengkap tersedia lewat F-Droid atau halaman GitHub resmi Termux.

AnLinux, Distribusi Linux Lengkap di Android

Menjalankan distribusi Linux di dalam Termux punya keterbatasan. AnLinux hadir sebagai pelengkap yang memungkinkan pengguna menjalankan Fedora, Ubuntu, dan Debian di ponsel.

Aplikasi ini juga mendukung lingkungan desktop dan window manager, sehingga pengalaman grafis penuh bisa dinikmati tanpa terpaku pada terminal. Meski begitu, AnLinux belum mendukung lingkungan desktop GNOME dan sejumlah distribusi lain.

Pengembangnya berjanji dukungan GNOME dan distribusi tambahan akan menyusul. AnLinux masih dalam pengembangan aktif.

KDE Connect, Jembatan Ponsel dan Komputer

KDE Connect lahir dari komunitas open-source yang membangun perangkat lunak bebas dan mengembangkan KDE Plasma, salah satu lingkungan desktop Linux terpopuler. Aplikasi ini sudah merambah banyak sistem operasi, termasuk Android.

Memasang KDE Connect di ponsel dan komputer membuka banyak kemungkinan. Pengguna bisa mengirim dan menerima berkas antarperangkat, mengendalikan komputer dari ponsel, memakai ponsel sebagai trackpad virtual, melacak lokasi ponsel dari PC, hingga menerima notifikasi ponsel di komputer dan membalas pesan dari sana.

VLC, Pemutar Video yang Lahir di Linux

VLC mungkin lebih dikenal sebagai pemutar video Windows, tapi aplikasi ini pertama kali muncul di Linux. Proyeknya dimulai pada 1996 di École Centrale Paris, ketika mahasiswa membutuhkan alat untuk menyiarkan video dari parabola di seluruh kampus.

Selama bertahun-tahun VLC eksklusif di Linux sebelum akhirnya dipindahkan ke Windows dan meledak popularitasnya. Kini VLC tersedia di berbagai sistem operasi, termasuk Android, dan menjadi salah satu pemutar video terpopuler.

Meski terkenal, proyek VLC tetap sepenuhnya open-source dan gratis. Pengembangnya berkomitmen menjaga aplikasi ini bebas biaya dan tanpa iklan.

Masih Banyak Alat Linux Lain di Android

Empat aplikasi di atas baru sebagian kecil. Android masih menyimpan banyak alat Linux yang menyamar sebagai aplikasi biasa.

Pemutar video mpv versi ringkas, misalnya, menjadi favorit pengguna Linux di seluruh dunia. Versi Android-nya disebut sama sederhana dan kuatnya dengan versi Linux.

Ada pula WireGuard, protokol VPN yang sudah menjadi bagian kernel Linux selama bertahun-tahun. Versi Android-nya bisa dipakai di ponsel. Terakhir, Nextcloud memungkinkan pengguna memiliki penyimpanan cloud pribadi, dengan klien Android untuk mengakses server Nextcloud.

Terkini