Proton Savvy, City Car Malaysia Bermesin Renault dan Sasis Lotus

Rabu, 16 September 2026 | 06:54:00 WIB

ENERGINEWS.ID — Proton Savvy jadi salah satu city car Malaysia yang sempat dijual di Indonesia lewat PT Proton Edar Indonesia. Di balik kap mesinnya tersimpan mesin Renault D4F 1.2 liter, sementara sasisnya diracik insinyur Lotus di Hethel, Inggris.

Proton Savvy dipasarkan di Indonesia dengan pilihan transmisi manual dan Automated Manual Transmission (AMT). Mobil lima pintu ini mengusung desain hasil rancangan sendiri, termasuk kap mesin bergaya clamshell yang jarang ditemui di kelasnya.

Yang membuat Savvy berbeda dari city car sezamannya bukan tampangnya, melainkan isi ruang mesin. Proton memakai mesin Renault berkode D4F berkapasitas 1.2 liter, empat silinder 16 katup, dengan tenaga 75 dk dan torsi 105 Nm.

Mesin Pinjaman dari Renault Clio

Angka tenaga itu tergolong besar untuk ukuran mobil kecil pada masanya. Menurut Paultan, unit mesin yang sama dipakai Renault untuk mengisi ruang mesin Clio generasi kedua dan Twingo.

Transmisi manual lima percepatannya juga dipinjam langsung dari Clio. Beberapa bulan setelah peluncuran, Proton menambah varian bertransmisi AMT Magneti Marelli Quickshift 5 percepatan.

Mesin D4F sendiri sudah lebih dulu dipakai berbagai model Renault dan Dacia sejak awal era 2000-an. Artinya, Proton memilih mesin yang sudah teruji di pasar Eropa ketimbang mengembangkan unit baru dari nol.

Kenapa Proton Pakai Mesin Prancis

Keputusan itu berakar pada kondisi Proton sebelum Savvy lahir. Pabrikan Malaysia tersebut mengandalkan Mitsubishi sebagai pemasok teknologi sejak berdiri pada 1983, lalu beralih menggandeng PSA, induk Peugeot dan Citroën, lewat kesepakatan transfer teknologi.

Hasil kerja sama dengan PSA berupa Proton Tiara yang meluncur pada 1996, versi ulang Citroën AX bermesin 1.1 liter TU. Tiara berhenti diproduksi pada 2000 dengan catatan penjualan jauh dari harapan.

Kerja sama dengan PSA ikut berakhir, dan Proton pun tanpa pijakan di segmen mobil kecil. Pengembangan penerusnya berjalan dengan kode internal Tiara Replacement Model (TRM). Bodi dan platform digarap sendiri, sementara urusan dapur pacu diserahkan ke pemasok luar.

Cara itu memangkas ongkos dan waktu pengembangan mesin baru yang menuntut biaya riset besar.

Sasis Diracik Insinyur Lotus

Sentuhan Eropa Savvy tidak berhenti di mesin. Sasisnya mendapat penanganan para insinyur Lotus di Hethel, Inggris, yang saat itu berada di bawah kendali Proton.

Jejak Renault juga terbaca di kabin lewat penempatan tuas transmisi mundur di posisi kiri atas, lengkap dengan cincin pengunci. Pola tersebut lazim dipakai mobil-mobil Eropa sejak pertengahan 1990-an.

Kiprah Singkat di Indonesia

Di Tanah Air, Savvy sempat menyabet gelar Best City Car di ajang Indonesian Car of the Year 2007. Pada masanya, mobil ini bersaing dengan Suzuki Karimun Estilo, Hyundai AtoZ, Daihatsu Sirion, dan KIA Picanto.

Eksistensinya tidak berlangsung lama. Produksi Savvy dihentikan pada 2011 seiring penjualannya di Malaysia yang tergerus Perodua Myvi.

Terkini