KTT BRICS di India: Prabowo Dorong Kekuatan Kolektif Demi Ketahanan

Minggu, 13 September 2026 | 09:53:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa BRICS memegang peran penting dalam memperkuat kapasitas kolektif untuk berkontribusi terhadap ketahanan dunia.

Pandangan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sesi terbatas bertema "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism" di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

"BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kami kekuatan kolektif yang sangat besar," ujar Prabowo, seperti dilansir dari Antara, Sabtu.

Presiden menegaskan bahwa potensi kekuatan kolektif dari BRICS tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkokoh tata kelola global, menjamin ketahanan pangan dan energi, serta membuka peluang pembangunan yang lebih luas bagi negara-negara berkembang.

Kepala Negara berpandangan bahwa penggalangan sumber daya untuk pembangunan infrastruktur dan ekonomi dapat meningkatkan kemandirian kawasan Global South dalam membiayai masa depannya.

"BRICS memiliki peran untuk dimainkan dengan memperkuat kapasitas kami sendiri dalam berkontribusi terhadap ketahanan global. Dengan memobilisasi sumber daya untuk infrastruktur dan pembangunan, kami dapat memperkuat kapasitas 'Global South' untuk membiayai masa depannya sendiri," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kekuatan besar tersebut juga dapat dioptimalkan melalui integrasi yang lebih solid antara pasar, modal, sumber daya, teknologi, serta pengetahuan di antara negara anggota BRICS.

Keterhubungan itu diyakini mampu menciptakan ruang pembangunan yang lebih luas bagi negara berkembang sekaligus menguatkan peran Global South dalam menentukan arah kebijakan institusi global, menjaga perdamaian, dan memperjuangkan keadilan.

"Bayangkan apa yang dapat dicapai BRICS jika kekuatan ini sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu menjamin pasokan pangan dan energi. Bayangkan jika pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan kami terhubung dengan lebih baik, sehingga menciptakan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang," kata Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi krusialnya membangun sistem multilateral yang solid dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh negara, tanpa membedakan negara besar maupun kecil, serta kuat maupun lemah.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mesti tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu mengalami reformasi agar lebih representatif, responsif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dunia.

"PBB harus lebih representatif, lebih responsif, dan lebih mampu memberikan hasil konkret bagi masyarakat kami. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga keuangan internasional kami juga harus berkembang. Perdagangan dan mata uang tidak boleh dipersenjatai," ujar Prabowo.

Melalui penguatan BRICS serta reformasi tata kelola global, Presiden Prabowo Subianto mendorong lahirnya tatanan internasional yang lebih adil dan setara—sebuah sistem yang mengakui peran Global South dan memberi ruang bagi setiap bangsa untuk menentukan serta membiayai masa depannya sendiri.

Terkini