Asuransi Astra Ungkap Ketentuan Klaim Asuransi Perjalanan Erupsi Gunung

Jumat, 11 September 2026 | 23:49:02 WIB
Presiden Direktur Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus.

JAKARTA - PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) memberikan rincian ketentuan klaim asuransi perjalanan di tengah bayang-bayang ancaman erupsi gunung berapi yang kerap memicu penundaan (delay) hingga pembatalan (cancellation) penerbangan.

Technical & Operation Director Asuransi Astra Mulia K. B. Siregar menerangkan bahwa polis asuransi pada hakikatnya cuma menanggung risiko yang sifatnya belum pasti terjadi.

Oleh karena itu, apabila pembelian polis baru dilakukan sesudah erupsi melanda dan pembatalan penerbangan sudah dapat diprediksi, kerugian yang timbul otomatis tidak dapat ditanggung.

“Di dalam salah satu bagian polis itu ada bagian pengecualian. Salah satunya itu adalah kalau pembelian dilakukan pada saat sebuah kerugian sudah dapat diperkirakan terjadi, maka polisnya tidak bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Ini adalah pengertian yang sangat mendasar mengenai asuransi,” ujarnya dalam Media Conference Transformation Beyond The Screen Asuransi Astra, di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Mulia menegaskan bahwa asuransi sejatinya memproteksi risiko yang masih berstatus kemungkinan, namun saat potensi itu berubah menjadi kepastian, hal tersebut tidak lagi tergolong risiko yang dapat diasuransikan.

“Kalau erupsi sudah terjadi, ya sudah bukan risiko erupsi lagi. Nah, kaitannya dengan Garda Trip atau asuransi perjalanan, salah satu yang di-cover adalah delay atau cancellation, sehingga delay atau cancellation itu sudah hal yang pasti,” jelasnya.

Kendati penundaan dan pembatalan penerbangan tidak dapat diklaim jika jadwal erupsi sudah pasti, produk asuransi perjalanan seperti Garda Trip tetap menanggung risiko penanganan biaya medis (medical cost).

“Nah, delay and cancellation itu basically, kalau sudah pasti, itu tidak akan di-cover dan dicek untuk asuransi perjalanan lainnya pun, itu berlaku standar. Nah, untuk risiko medical cost-nya, itu tetap di-cover,” sebut Mulia.

Hingga saat ini, kinerja lini asuransi perjalanan Garda Trip berada di posisi positif dengan perolehan premi sekitar Rp500 juta sampai Rp750 juta per tahun, sehingga pemasaran produk ini akan terus berlanjut.

Pihak perusahaan pun berkomitmen melakukan penyesuaian skema perlindungan mengikuti dinamika erupsi guna mengantisipasi potensi sengketa klaim dengan nasabah di masa mendatang.

Terkini