Bank BPD Bali Bukukan Laba Rp945 Miliar Ditopang Kredit UMKM

Jumat, 11 September 2026 | 22:29:01 WIB
Kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Denpasar, Bali [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali sukses mencatatkan perolehan laba senilai Rp945 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 8,14% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma memaparkan bahwa capaian laba itu didorong oleh performa agresif perseroan, yang tecermin dari realisasi penyaluran kredit dengan pertumbuhan 7,03% (yoy) menjadi Rp26,2 triliun.

Distribusi kredit UMKM berhasil menorehkan pertumbuhan hingga 14,52% (yoy) menjadi Rp14,15 triliun. Pencapaian ini selaras dengan strategi perseroan dalam mengoptimalkan porsi kredit produktif, yang saat ini menempati porsi 62,39% dari keseluruhan portofolio kredit.

"Di tingkat nasional, berdasarkan Laporan Publikasi Keuangan Perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan per Juli 2026, Bank BPD Bali mencatatkan laba terbesar peringkat kedua di antara 10 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia dengan aset yang termasuk dalam peringkat 6 besar," kata Sudharma dikutip dari siaran resminya, Jumat (11/9/2026).

Sudharma menguraikan bahwa realisasi kredit modal kerja serta kredit investasi yang melampaui ekspektasi menjadi bukti bahwa Bank BPD Bali konsisten memfasilitasi para pelaku usaha lokal guna mengekspansi bisnis mereka, sehingga diharapkan mampu memperluas ketersediaan lapangan kerja sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga. 

Di samping itu, eskalasi penyaluran kredit tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian yang terukur.

Bank BPD Bali turut membuktikan kemampuannya memelihara kualitas kredit, yang tergambar dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di angka 1,03% serta rasio Loan at Risk (LaR) di posisi 3,30%.

Selanjutnya, realisasi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) menembus angka Rp36,31 triliun, setara dengan pertumbuhan 4% (yoy). Mutu pendanaan perseroan juga dioptimalkan secara efisien seiring meningkatnya proporsi dana murah. 

Kondisi ini terefleksi dari pos giro yang melonjak 13,65% serta stabilitas pertumbuhan tabungan, sehingga rasio CASA (Current Account Saving Account) bertengger di level 66,47% serta mencatatkan tingkat efisiensi yang mumpuni lewat rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) pada kisaran 59,29%.

"Likuiditas bank yang baik dalam mengantisipasi dinamika dan tekanan eksternal, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang mencapai 258,15% serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) di level 143,72%," ucap Sudharma.

Terkini