Meta Perkenalkan Muse, Agen AI yang Bisa Belanja dan Kirim Email

Rabu, 09 September 2026 | 04:45:02 WIB
Ilustrasi - Agen AI Muse [FOTO: NET].

JAKARTA - Meta memperkenalkan Muse, agen kecerdasan artifisial (AI) yang dikembangkan guna membantu pengguna menuntaskan beragam aktivitas harian seperti berbelanja, mengirim email, hingga menyusun rencana perjalanan.

Merujuk laporan Engadget pada Selasa (8/9) waktu setempat, Muse dibekali kapabilitas yang lebih mumpuni ketimbang Meta AI. Berlainan dengan asisten Meta AI yang sebatas mampu menjawab pertanyaan atau membantu tugas-tugas tertentu, Muse sanggup mengeksekusi pekerjaan yang jauh lebih rumit secara mandiri manakala telah menerima instruksi dari pengguna.

Sebagai contoh, pengguna tinggal menginstruksikan Muse mengenai hal yang hendak dikerjakan. Selepas itu, Muse mampu membantu merancang perencanaan, mengelola waktu serta sumber daya yang diperlukan, kemudian merampungkan tugas tersebut tanpa harus terus-menerus dipandu oleh pengguna.

Kapabilitas Muse turut bertumpu pada perizinan akses yang diserahkan oleh pengguna. Agen AI ini bisa terintegrasi dengan pelbagai layanan kepunyaan Meta maupun aplikasi pihak ketiga, mencakup Google Workspace, Ticketmaster, OpenTable, Spotify, serta Apple Health.

Sebagai gambaran, pengguna dapat menginstruksikan Muse guna menghimpun video resep masakan yang sempat disimpan di Instagram dan Facebook, lalu merapikannya agar lebih praktis disimak. Beres dengan itu, Muse bisa merumuskan daftar bahan yang dibutuhkan, mengadu harga, bahkan membantu mengeksekusi transaksi pembelian secara daring.

Muse pun sanggup terhubung dengan layanan pihak ketiga yang menawarkan API publik. Berbekal kemampuan tersebut, Muse mempunyai ruang gerak yang terbilang lapang untuk mengeksekusi aneka macam pekerjaan, terkhusus manakala pengguna bersedia membagikan akses ke lebih banyak layanan serta informasi pribadi.

Kendati demikian, pengguna diwajibkan memberikan tingkat kepercayaan yang lebih besar kepada Muse guna menuntaskan tugas-tugas spesifik. Meta menyatakan telah merancang arsitektur keamanan demi mencegah agen AI melakukan aksi di luar kendali sekaligus mengamankan data pengguna.

Muse bakal meminta lampu hijau sebelum mengeksekusi tindakan tertentu yang berimbas langsung terhadap data pengguna, contohnya mengirimkan surat elektronik atau merampungkan transaksi belanja. Sementara itu, pekerjaan yang dikategorikan berisiko minimal bisa dieksekusi tanpa perlu meminta konfirmasi terlebih dahulu.

Pada ranah proteksi data pengguna, Meta turut menyediakan opsi bagi pengguna untuk menolak agar percakapan mereka tidak dipakai sebagai materi pelatihan sistem AI. Meta sekaligus menegaskan isi interaksi bersama Muse tidak bakal disalurkan ke dalam sistem periklanan perusahaan.

Meta di samping itu mengoperasikan Muse di atas mesin virtual tersendiri. Infrastruktur tersebut dirancang khusus guna memisahkan agen beserta data yang bisa diakses tiap-tiap pengguna agar tidak tercampur dengan akun pengguna lain.

Walau demikian, Meta secara terbuka mengakui Muse tetap berpotensi melakukan kesalahan. Pihak perusahaan menyatakan sistem pengamanan yang telah disiapkan diharapkan mampu menekan potensi kekeliruan sekaligus membatasi dampak buruk sekiranya kendala tersebut terjadi.

Muse menjelma sebagai fragmen dari ambisi besar Meta guna mewujudkan agen AI yang sanggup mendampingi pengguna dalam bermacam aktivitas, termasuk pekerjaan yang tadinya menyita banyak tahapan.

Meta bahkan memproyeksikan agen layaknya Muse sanggup beroperasi secara senyap di latar belakang sistem untuk membantu merampungkan berbagai keperluan pengguna.

Demi menghadirkan kepraktisan penggunaan saat mobilitas tinggi, Meta berencana memboyong Muse ke dalam platform WhatsApp serta lini kacamata pintarnya. Dengan skema ini, pengguna dapat berinteraksi bersama agen AI tersebut tanpa harus direpotkan dengan keharusan membuka komputer ataupun gawainya.

Pihak perusahaan mengonfirmasi bahwasanya sebagian besar kebutuhan pengguna bakal dapat diakses tanpa dipungut biaya. Di sisi lain, pengguna yang mendambakan akses terhadap kapabilitas Muse yang lebih tingkat lanjut kemungkinan diwajibkan merogoh kocek lewat skema layanan berbayar.

Terkini