Anggaran Mitigasi Diusulkan Naik, BMKG Beberkan Kebutuhan Alat

Rabu, 09 September 2026 | 19:43:02 WIB
Gedung BMKG/situs BMKG [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan peningkatan anggaran mitigasi bencana setelah serangkaian bencana, mulai dari gempa di NTT, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra–Kalimantan, hingga erupsi Gunung Anak Krakatau menerpa Indonesia.

Merespons hal tersebut, Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, memaparkan sejumlah kebutuhan sarana dan peralatan penunjang operasional guna mendeteksi potensi bencana secara cepat, akurat, serta tepat sehingga mampu memberikan peringatan dini kepada khalayak luas.

"Kalau dari sisi sistem peringatan dini yang banyak difokuskan adalah bagaimana kami memperkuat peralatan alat operasional utama kami itu tetap valid tetap layak untuk operasional. Itu yang pertama," katanya di Kompleks Parlemen, Selasa (8/9/2025)

BMKG turut memerlukan sokongan anggaran guna menggelar edukasi melalui sekolah lapang iklim, sekolah lapang bencana, sekolah lapang cuaca nelayan, sekolah lapang meteorologi penerbangan, sekolah lapang gempa bumi, hingga sekolah lapang tsunami.

Di samping kegiatan sosialisasi dan edukasi, BMKG memerlukan dukungan alokasi dana untuk diseminasi informasi kepada masyarakat. Kebutuhan finansial tersebut tergolong besar mengingat proses penyebaran informasi BMKG tidak sekadar menyampaikan pesan berita, melainkan mencakup lalu lintas komunikasi data.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan BRI, menggunakan bantuan BRI-sat, ya, kemudian kami juga menggunakan dalam diseminasi informasi itu tidak hanya informasinya, tapi kami juga menggunakan komunikasi data," ujarnya.

Bukan cuma itu, ia mengungkapkan kebutuhan bandwidth untuk lalu lintas komunikasi data BMKG membutuhkan kapasitas yang lumayan besar. Pada kondisi tertentu, lonjakan penggunaan bandwidth bahkan dapat menembus angka 1 gigabit per detik.

Menurut pandangannya, kebutuhan kapasitas tersebut menjadi salah satu elemen krusial yang wajib diperhitungkan dalam upaya penguatan sistem peringatan dini.

Pada akhirnya, BMKG amat membutuhkan sokongan anggaran untuk pengoperasian sistem peringatan dini, perawatan peralatan, pembiayaan edukasi publik, hingga agenda sosialisasi serta diseminasi informasi.

"Ya itu itu yang cukup besar yang dibutuhkan, jadi anggaran sistem peringatan ini, anggaran pemeliharaan peralatan, anggaran edukasi, anggaran untuk sosialisasi dan ini itu dibutuhkan," ujarnya.

Terkini