Wapres Gibran Kunjungi SMAN 1 Barus Pasca-Banjir, Beri Bantuan Laptop

Jumat, 04 September 2026 | 20:06:01 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi SMA Negeri 1 Barus, Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendatangi SMAN 1 Barus, Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (4/9/2026). 

Kedatangan ini ditujukan guna memastikan akses layanan pendidikan bagi para siswa tetap berjalan pada masa pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang menerpa pada akhir tahun 2025.

Gibran mengapresiasi daya tahan para pengajar serta antusiasme para murid sehingga proses pembelajaran terus berlangsung biarpun kondisi bangunan sekolah belum sepenuhnya membaik. Ia menegaskan pemerintah bakal terus bersinergi guna mempercepat penanganan pemulihan sekaligus melengkapi ragam sarana pendidikan yang dibutuhkan.

“Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” tegas Gibran dikutip dari keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Di sela peninjauan, Gibran mengitari deretan ruang kelas untuk menyaksikan secara langsung keadaan SMAN 1 Barus. Pasalnya, luapan banjir besar setinggi 1,5 hingga 2 meter sempat menggenangi dan merusak banyak sarana pendidikan di lokasi tersebut.

Berdasarkan keterangan Sekretariat Wakil Presiden, Gibran menyalurkan sejumlah bantuan fasilitas yang diperlukan sekolah maupun siswa, meliputi laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu, hingga perlengkapan belajar mengajar lainnya.

Di samping itu, Gibran menginstruksikan jajaran pejabat terkait untuk berkoordinasi dalam memenuhi kebutuhan proses belajar di sekolah tersebut. Musibah banjir pada November 2025 lalu memang sempat melumpuhkan aktivitas pembelajaran.

Seorang tenaga pendidik kelas 12, Widiawati, turut membeberkan situasi sekolah ketika musibah terjadi. Menurut penjelasannya, hampir seluruh area kelas dan ruangan kantor tergenang air serta endapan lumpur.

“Jadi, mulai jam 3 sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini, Pak. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam 6 sore, Pak,” ungkap Widiawati.

“Kursi-kursi siswa, Pak, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir,” lanjutnya.

Pada kesempatan sama, seorang murid kelas 12 bernama Febby Pratama Syafriani menaruh harapan agar pemerintah menyokong perbaikan berbagai fasilitas sekolahnya yang hancur diterjang banjir.

“Kami ingin meminta supaya komputer, laptop kami dapat difasilitasi. Karena kami tidak bisa kayak praktik, alat-alat ekstrakurikuler kami juga difasilitasi,” harapnya.

Terkini