Upaya Kolaboratif Anak Usaha TAPG Tanggani Karhutla di Merapun

Kamis, 03 September 2026 | 01:45:02 WIB
Ilustrasi Satgas Karhutla PT YWA melakukan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Yudha Wahana Abadi (YWA), PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), serta PT General Aura Semari (GAS), tiga anak perusahaan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) menggelar tindakan patroli bersama dengan melakukan pengawasan di titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Merapun, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (2/9/2026).

Dalam kegiatan patroli tersebut, turut dilaksanakan simulasi pemadaman api yang memperlihatkan kesiapsiagaan Satgas perusahaan saat menghadapi ancaman karhutla.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2026, ketiga entitas usaha tersebut tercatat telah 37 kali memberikan bantuan pemadaman api di luar kawasan konsesi.

Sementara itu terkait kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, di area operasional YWA, AAPA dan GAS telah tersedia 2 gudang pemadam kebakaran, 34 embung penampungan air sebagai sarana pasokan air saat pemadaman, 39 menara pantau guna mendeteksi titik api sedini mungkin, serta 4 unit drone yang berfungsi membantu pemantauan situasi lapangan secara lebih luas dan cepat.

Kesiapan tersebut disokong oleh 3 Satgas Karhutla, 8 regu inti dengan kekuatan 120 orang, 30 regu pendukung berjumlah 360 anggota, serta 4 regu Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dengan total 60 anggota. Berkat dukungan armada tersebut, tim dapat bertindak lebih sigap sewaktu kemunculan indikasi kebakaran terdeteksi.

Senior Estate Manager YWA, AAPA, dan GAS, Jabeglin Purba, menguraikan bahwa kesiapan karhutla pihak perusahaan dibangun melewati tiga pilar pendekatan yaitu preventif, promotif, serta kolaboratif.

"Pilar pencegahan Karhutla perusahaan kami turunkan dari komitmen untuk tidak hanya menjaga area kami, melainkan juga desa-desa sekitar bebas dari Karhutla. Karena itu, perusahaan juga secara aktif membantu memadamkan api di lahan-lahan. Dan di masa kemarau puncak seperti ini, kami juga rutin melakukan patroli gabungan dengan pemerintah setempat, aparat penegak hukum, dan masyarakat," ujar Jabeglin, Rabu (2/9/2026).

Menurut penjelasannya, langkah preventif ditempuh lewat penerapan SOP pengendalian karhutla, pemetaan area rawan, hingga pelaksanaan patroli yang diselaraskan dengan Fire Danger Rating (FDR). Sementara pilar promotif dijalankan lewat sosialisasi kepada para karyawan dan warga sekitar, sedangkan skema kolaboratif diwujudkan melalui kemitraan bersama pemerintah, aparat keamanan, serta kelompok masyarakat.

Sinergi tersebut diperkuat lewat patroli bersama yang berkala digelar bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), melibatkan Camat, Kapolsek, dan Danramil setempat. Patroli gabungan ini menargetkan area-area rawan kebakaran di sekeliling wilayah operasional maupun pemukiman penduduk, sekaligus menjadi sarana koordinasi antara perusahaan, jajaran pemerintah, dan aparat keamanan guna mengantisipasi ancaman karhutla lebih awal.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah menyebutkan sepanjang bulan kemarin terdeteksi lebih dari 800 titik api (hotspot) di area Kecamatan Kelay saja. Dari empat desa yang ada di kecamatan tersebut, Merapun menjadi wilayah dengan paparan titik api paling dominan sejauh ini.

"Memang Kelay luar biasa, kami lihat titik hotspot-nya itu satu bulan terakhir, 800 lebih, dan yang tertinggi di Desa Merapun. Kami harap dukungan dari pihak swasta bisa dimaksimalkan untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam penanggulangan bencara kebakaran hutan dan lahan," tuturnya.

Saat api menjalar ke lahan warga Secara terpisah, Herman, seorang penduduk Desa Merapun, termasuk salah satu warga yang menyaksikan insiden kebakaran di kawasan sekitar lahannya yang terletak di luar area hak guna usaha (HGU) perusahaan. Sewaktu melihat kobaran api menjalar, Herman lantas menghubungi PT YWA guna memohon bantuan.

Tidak berselang lama, armada pemadam perusahaan tiba di lokasi dan berhasil memadamkan si jago merah dengan bantuan Satgas Karhutla perusahaan.

"Saat itu siang ada api dari area samping yang lompat ke lahan saya, saya langsung menelepon PT YWA untuk meminta bantuan pemadaman. Tak lama mobil Damkar datang datang dan saya dibantu memadamkan api hingga usai aampai menggunakan dua tangki air mobil Damkar,” tutur Herman.

Jabeglin menambahkan bahwa bagi korporasi, keterlibatan dalam penanganan pemadaman di luar konsesi merupakan bagian dari komitmen membangun sistem pencegahan karhutla yang merangkul berbagai elemen. Sebab, lanjutnya, bencana kebakaran tidak mengenal batas wilayah administrasi maupun garis konsesi, sehingga pilar pencegahan dan penanggulangannya menuntut kolaborasi penuh antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan publik.

Melalui langkah kesiapsiagaan tersebut, TAP tidak cuma fokus membentengi area operasionalnya, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga kestabilan lingkungan serta keselamatan warga di sekeliling area kerja dari risiko karhutla.

Terkini