Premi Unitlink Melonjak Jadi Rp35,73 Triliun pada Semester I 2026

Rabu, 02 September 2026 | 03:02:01 WIB
Logo Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Grha AAJI.

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) membukukan kenaikan pendapatan premi produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau unitlink sebesar 10,3 persen (YoY) mencapai Rp35,73 triliun sepanjang semester I 2026.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menjelaskan tren kenaikan ini terdorong oleh minat masyarakat terhadap produk berunsur investasi.

“Mungkin juga melihat instrumen investasi pada turun semua, jadi kesempatan untuk masuk. Maksudnya advisor kami pada ngomong sama nasabah. This is the right time for you to enter this product. Karena itu bisa gain ke depan untuk jangka panjang,” ucapnya dalam konferensi pers di Grha AAJI Jakarta, Senin (31/8/2026).

Albertus Wiroyo menambahkan AAJI tengah merumuskan masukan bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penyempurnaan regulasi PAYDI dalam SEOJK 5/2022 agar pertumbuhan unitlink dapat berjalan seimbang dengan produk tradisional.

Langkah ini ditujukan guna meningkatkan keterbukaan penjualan unitlink, sehingga tenaga pemasar dapat memetakan segmen konsumen yang sesuai secara lebih tepat.

“Itu juga harus kami tingkatkan terus, sehingga nanti peningkatannya bersama-sama dengan tradisional dan peningkatannya memang di-drive oleh kebutuhan nasabah,” tegasnya.

Di samping unitlink, perolehan premi produk tradisional turut tumbuh 6,9 persen (YoY) menjadi Rp59,03 triliun. Capaian dari kedua lini ini memperlihatkan kebutuhan proteksi masyarakat yang kian beragam.

“Ada yang mengutamakan perlindungan, sementara sebagian lainnya tetap membutuhkan produk yang mengombinasikan perlindungan dengan unsur investasi,” tuturnya.

Menurut Albertus Wiroyo, beragamnya pilihan produk asuransi tersebut perlu diimbangi dengan langkah edukasi dan transparansi agar nasabah dapat memilih produk yang selaras dengan kapasitas finansial.

Melihat lebih mendalam pada kelompok bisnis baru, pendapatan premi unitlink melonjak 34,5 persen (YoY) hingga mencapai Rp19,78 triliun. Pada saat bersamaan, bisnis baru produk tradisional menguat 14,2 persen (YoY) menjadi Rp37,97 triliun.

Kenaikan pada portofolio bisnis baru mencerminkan tingginya permintaan terhadap perlindungan asuransi yang sesuai dengan tujuan keuangan masyarakat.

“Tentunya pertumbuhan tersebut perlu diiringi dengan kualitas penjualan, pemahaman nasabah terhadap produk serta kesesuaian produk dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah,” pungkas Presiden Direktur Sun Life Indonesia tersebut.

Terkini