ENERGINEWS.ID — Penghargaan ini bukan sekadar seremonial. Di baliknya ada program pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM) yang berjalan berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan dasar warga di sekitar wilayah operasi produksi, khususnya di Kepulauan Sapeken, Pagerungan Besar, dan sekitarnya.
Bukan Sekadar Pelatihan Guru, Ada Modul dan Buku Karya Guru
Di sektor pendidikan, program peningkatan kompetensi untuk guru non-ASN atau honorer sudah berlangsung tiga tahun. Fokusnya bukan hanya pelatihan tatap muka. Para guru didorong menghasilkan karya nyata: modul pembelajaran dan buku fiksi bertema profesi guru. Karya tersebut menjadi bukti konkret peningkatan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memperkaya metode belajar di kelas.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menilai komitmen KEI dalam mendukung pendidikan di wilayahnya patut dihargai. "Penghargaan ini merupakan apresiasi atas peran KEI yang selama ini terus hadir di wilayah operasi. Kami melihat komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi guru dan ikut mengambil bagian dalam pencegahan stunting," ujarnya di Surabaya.
Fauzi menegaskan keberlanjutan program adalah kunci agar manfaat yang dirasakan masyarakat tidak berhenti sesaat. "Kami berharap komitmen KEI ini tetap dijalankan setiap tahunnya. Apa pun kondisinya, Pemkab Sumenep dan KEI akan terus berkolaborasi," tambahnya.
Lima Tahun Perangi Stunting di Pulau Terluar
Di sisi lain, SKK Migas-KEI menjalankan program pencegahan dan penurunan stunting yang sudah berjalan selama lima tahun. Sasaran utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, mengatakan pengembangan kualitas SDM adalah investasi jangka panjang. "Kami berharap program PPM KEI tetap berdiri tegak dalam memberikan dampak kepada guru non-ASN maupun dalam penanganan stunting. Penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk mempertahankan program sekaligus menghadirkan inovasi yang lebih bermanfaat," kata Anggono.
Kolaborasi Kunci dan Target ke Depan
Vice President KEI, Iman Santoso, menyambut positif penghargaan tersebut. Ia menyebut apresiasi ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas program yang berjalan. KEI berencana memperluas kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk pengembangan kompetensi guru di wilayah kepulauan, di samping tetap menjalin kemitraan dengan Pemkab Sumenep, pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat sebagai penerima manfaat.
"Kami sangat bersyukur mendapatkan apresiasi ini. Harapannya, penghargaan tersebut justru menjadi dorongan agar program kami semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tandas Iman.
Penghargaan dari Pemkab Sumenep ini menjadi pengakuan bahwa program corporate social responsibility (CSR) di sektor hulu migas dapat berjalan efektif jika menyasar kebutuhan mendasar masyarakat dan dijalankan secara konsisten. Model kolaborasi seperti ini bisa menjadi contoh bagi wilayah operasi lain di Indonesia.