Emiten CBRE Berencana Rights Issue Rp1,27 T Lewat Skema Konversi Utang

Rabu, 02 September 2026 | 23:47:02 WIB
Pegawai mengamati pergerakan harga saham di galeri BEI [FOTO: NET].

JAKARTA -  Emiten yang terafiliasi dengan Andry Hakim, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE) berencana melepas sebanyak-banyaknya 11,80 miliar saham baru lewat aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue.

Berdasarkan prospektus ringkas yang dipublikasikan, CBRE mematok harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp108 per saham. Dengan demikian, nilai emisi dari penawaran umum terbatas ini mencapai batas tertinggi Rp1,27 triliun.

Rasio HMETD yang ditetapkan yakni 100 : 260. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap pemilik 100 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 4 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 260 HMETD. Setiap 1 HMETD memberi hak untuk memboyong 1 saham baru senilai Rp25 per saham.

Agenda korporasi ini bakal merombak struktur peta kepemilikan saham perseroan seiring dengan absennya pemegang saham utama dalam mengambil haknya.

Dua pemegang saham utama CBRE, yakni PT Omudas Investment Holdco (OIH) sebagai pemilik 61,13% saham dan PT Republik Capital Indonesia (RCI) pemilik 9,30% saham, telah menyatakan tidak akan mengeksekusi HMETD yang mereka miliki. 

Sebagai gantinya, OIH dan RCI memindahtangankan sebagian haknya kepada empat entitas investor, yaitu PT Garuda Nusantara Mineral (GNM), PT Saga Investama Sedaya (SIS), Yafin Tandiono Tan, serta Hilong Shipping Holding Limited (HSIL).

Keempat entitas penerima pengalihan HMETD tersebut telah berkomitmen untuk mengeksekusi seluruh HMETD yang diperoleh melalui mekanisme konversi hak tagih atau utang menjadi modal mengacu pada Perjanjian Pinjaman tertanggal 31 Oktober 2025.

“Penyetoran atas pelaksanaan HMETD tersebut akan dilakukan dalam bentuk konversi hak tagih berdasarkan Perjanjian Pinjaman menjadi penyertaan modal,” tulis manajemen CBRE dalam prospektus ringkas, dikutip Selasa (2/9/2026).

Melalui mekanisme tersebut, PT Garuda Nusantara Mineral bakal menyerap 3,28 miliar HMETD lewat konversi piutang bernilai Rp354,06 miliar atau setara US$20 juta dengan asumsi nilai tukar Rp17.703 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, PT Saga Investama Sedaya akan mengeksekusi 2,05 miliar HMETD melalui konversi piutang sebesar Rp221,29 miliar atau setara US$12,50 juta. 

Selanjutnya, Yafin Tandiono Tan berkomitmen mengeksekusi 1,80 miliar HMETD lewat konversi piutang bernilai Rp194,73 miliar atau US$11 juta. Adapun Hilong Shipping Holding Limited siap mengeksekusi 819,58 juta HMETD melalui konversi piutang sebesar Rp88,52 miliar atau setara US$5 juta.

Sementara itu, sisa HMETD yang tidak dialihkan oleh OIH dan RCI akan disalurkan secara proporsional kepada para pemegang saham lain yang mengajukan pemesanan melampaui haknya.

Manajemen CBRE mengingatkan para pemegang saham lama yang memutuskan tidak mengeksekusi HMETD miliknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) hingga setinggi-tingginya 72,22%.

Mengacu pada data struktur permodalan perseroan per 21 Agustus 2026, modal dasar perseroan tercatat sebesar 20,00 miliar saham dengan nilai nominal Rp25 per saham atau setara Rp500,00 miliar.

Dari total tersebut, modal ditempatkan dan disetor penuh mencapai 4,54 miliar saham dengan nilai nominal Rp113,45 miliar, sedangkan saham dalam portepel yang tersisa sebesar 15,46 miliar saham atau setara Rp386,55 miliar.

Struktur kepemilikan modal disetor dipimpin oleh PT Omudas Investment Holdco sebagai pemegang saham terbesar dengan 2,77 miliar saham atau 61,13%, disusul PT Republik Capital Indonesia yang memegang 422,24 juta saham atau 9,30%.

Sementara itu, investor individu Andry Hakim menggenggam 252,76 juta saham atau 5,57%, dan porsi sisanya sebesar 24,00% dimiliki oleh publik.

Berikut agenda sementara jadwal pelaksanaan rights issue CBRE:

RUPSLB: 18 Desember 2025

Tanggal Efektif: 23 Oktober 2026

Cum-Right (Akhir Perdagangan Saham dengan HMETD)

Pasar Reguler & Negosiasi: 2 November 2026

Pasar Tunai: 4 November 2026

Ex-Right (Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD)

Pasar Reguler & Negosiasi: 3 November 2026

Pasar Tunai: 5 November 2026

Pelaksanaan & Distribusi HMETD

Recording Date HMETD: 4 November 2026

Distribusi HMETD: 5 November 2026

Pencatatan HMETD di BEI: 6 November 2026

Periode Perdagangan & Pelaksanaan HMETD: 6—12 November 2026

Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan: 10—16 November 2026

Batas Akhir Pembayaran Pemesanan Tambahan: 16 November 2026

Tanggal Penjatahan Pemesanan Tambahan: 17 November 2026

Tanggal Pengembalian Uang Pesanan (Refund): 19 November 2026

Terkini