BPS: China Jadi Tujuan Utama Ekspor Nonmigas RI Jan-Juli 2026

Selasa, 01 September 2026 | 20:09:32 WIB
ILUSTRASI. BPS mencatat nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China hingga Juli mencapai US$ 40,62 miliar [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mendata, China tetap memimpin sebagai negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia sepanjang kurun waktu Januari-Juli 2026.

Berdasarkan sajian data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas Indonesia menuju China menyentuh angka US$ 40,62 miliar, dengan porsi pangsa mencapai 25,39% dari keseluruhan total ekspor nonmigas.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono merincikan, China menempati posisi puncak negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia pada kurun waktu tersebut.

Selepas China, Amerika Serikat menyusul sebagai negara tujuan ekspor nonmigas terbesar kedua dengan capaian nilai US$ 19,19 miliar atau memegang pangsa 11,99%. Kemudian, India bertengger di peringkat ketiga lewat nilai ekspor nonmigas sebesar US$ 11 miliar, dengan porsi pangsa 6,87%.

“Ekspor ke tiga negara tersebut memberikan share sebesar 44,25% dari total ekspor nonmigas periode Januari-Juli 2026,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Sementara itu, aliran ekspor nonmigas Indonesia menuju kawasan ASEAN mengamankan pangsa 19,85%, sedangkan untuk kawasan Uni Eropa berada di tingkat 7,02%. Adapun gabungan negara maupun kawasan lainnya menyumbang porsi 28,88%.

BPS mencatat, pengiriman ekspor nonmigas Indonesia ke China masih disokong dominasi komoditas besi dan baja. Pada rentang Januari-Juli 2026, nilai ekspor besi dan baja ke pasar China menembus US$ 10,64 miliar, dengan porsi pangsa 26,18% dari total ekspor nonmigas ke negara bersangkutan. Angka tersebut terangkat 2,16% secara tahunan.

Berikutnya, ekspor nikel beserta produk turunannya membukukan angka US$ 6,20 miliar atau menguasai pangsa 15,26%. Komoditas ini mencatatkan laju pertumbuhan yang cukup melesat, yakni 59,17% secara tahunan.

Selanjutnya, ekspor bahan bakar mineral menyentuh US$ 5,85 miliar, dengan porsi pangsa 14,41%. Nilai pengiriman komoditas ini terangkat 18,09% secara tahunan.

Di sisi lain, susunan struktur ekspor nonmigas Indonesia menuju Amerika Serikat lebih dominan ditopang oleh produk-produk manufaktur. Pengiriman mesin dan perlengkapan elektrik beserta suku cadangnya mencatatkan nilai US$ 2,99 miliar, disusul komoditas alas kaki sebesar US$ 1,71 miliar serta pakaian dan aksesorinya (rajutan) bernilai US$ 1,70 miliar.

Adapun ekspor nonmigas ke India utamanya dipasok oleh komoditas bahan bakar mineral senilai US$ 3,55 miliar, lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$ 1,92 miliar, serta mesin dan peralatan elektrik beserta bagiannya yang mencapai US$ 1,09 miliar.

Lebih jauh, Indonesia turut melangsungkan pengiriman ekspor ke area Uni Eropa dengan porsi 17,02% dari total ekspor nonmigas, serta menuju negara-negara lainnya yang mengover porsi 28,88%.

Terkini

Pemprov Jabar Bakal Perkuat Kompetensi SAR Bencana hingga Desa

Selasa, 01 September 2026 | 21:47:02 WIB

BPS Catat NTP Agustus 2026 Naik 1,05% Menjadi 129,19

Selasa, 01 September 2026 | 21:40:32 WIB

Rincian Bansos Cair September 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Selasa, 01 September 2026 | 21:34:02 WIB