ENERGINEWS.ID — Penyesuaian harga ini diumumkan di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah. Selain dua faktor tersebut, Pertamina juga memperhitungkan besaran pajak dan daya beli masyarakat pengguna BBM nonsubsidi.
Rincian Kenaikan Harga per 1 September
Di segmen solar, harga Dexlite naik dari Rp19.700 per liter menjadi Rp23.700 per liter. Artinya, pengguna harus menyiapkan tambahan biaya Rp4.000 per liter mulai bulan ini.
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada Pertamina Dex. Produk solar premium ini melonjak dari Rp21.150 per liter menjadi Rp25.200 per liter, dengan selisih Rp4.050 per liter.
Di segmen bensin, Pertamax Turbo turut naik. Harganya berubah dari Rp18.300 per liter pada Agustus menjadi Rp19.600 per liter mulai 1 September.
Produk yang Tidak Mengalami Perubahan
Kabar baiknya, tidak semua produk nonsubsidi ikut naik. Pertamina memutuskan menahan harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 pada periode September.
Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di tengah penyesuaian yang terjadi pada produk lain.
Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga
Penetapan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar. Pertamina meramu beberapa variabel sebelum memutuskan besaran harga jual.
Variabel tersebut mencakup harga minyak mentah internasional, kurs rupiah terhadap dolar AS, pungutan pajak, hingga daya beli konsumen.
Kebijakan ini berbeda dengan BBM subsidi yang harganya ditetapkan pemerintah. Untuk produk nonsubsidi, penyesuaian harga merupakan hal lazim seiring pergerakan indikator pasar.
Bagi pengguna Dexlite, Pertamina Dex, atau Pertamax Turbo, perubahan ini tentu berdampak pada anggaran operasional bulanan. Terutama bagi kendaraan niaga dan angkutan yang bergantung pada jenis BBM tersebut.