IndoEBTKE 2026 Jadi Ajang Pertemukan Pengembang dan Investor Proyek Energi Bersih

Senin, 31 Agustus 2026 | 12:33:00 WIB

ENERGINEWS.ID — Ketua Umum METI Norman Ginting mengatakan forum ini menjadi ruang temu antara pengembang, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan. "Kami jadikan ruang temu antara pengembang, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Acara yang digelar bersama Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) serta didukung Kementerian ESDM ini tidak hanya membahas konstruksi proyek. METI juga ingin membuka akses investasi hijau seluas-luasnya bagi pengembang dalam negeri.

Jembatan Menuju Pendanaan Hijau

Sekretaris Jenderal METI Elvi Nasution yang juga ketua panitia pelaksana menekankan pentingnya mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga keuangan nasional maupun internasional. Langkah ini dinilai krusial karena banyak proyek EBT yang mandek di tengah jalan akibat kesulitan mendapatkan pendanaan.

Di sisi lain, Ketua Umum MASKEEI Andhika Prastawa menyoroti pentingnya efisiensi energi sebagai bagian dari ketahanan sistem energi nasional. Pihaknya mendorong skema energy efficiency as a service untuk memperluas adopsi teknologi hemat energi di sektor industri dan komersial.

Peta Jalan Energi Bersih Nasional

METI mencatat sejumlah agenda strategis yang menjadi prioritas percepatan transisi energi nasional. Di antaranya pengembangan PLTS 100 gigawatt, implementasi bioetanol E20, Bahan Bakar Pesawat Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF), panas bumi, biomassa, cofiring, hingga pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).

Norman yang juga menjabat Direktur Proyek & Operasi Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan. "Pengembangan energi baru terbarukan harus menjadi fondasi ketahanan dan kemandirian energi Indonesia, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru, penciptaan lapangan kerja hijau, serta penguatan kapasitas industri dan teknologi nasional," tegasnya.

Momentum Percepatan Proyek EBT

Transisi energi saat ini tidak lagi sekadar agenda pengurangan emisi. Bagi METI, transformasi ini adalah momentum memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang selama ini mendominasi bauran energi nasional.

Melalui IndoEBTKE ConEx, METI berharap proyek-proyek yang sudah masuk tahap konstruksi maupun operasi dapat segera melihat realisasi nyata di lapangan. Organisasi ini juga ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan ekosistem industri energi bersih yang lebih terarah dan inklusif.

Forum tahun ini menjadi tolak ukur keseriusan Indonesia menarik investasi hijau di tengah persaingan regional yang semakin ketat. Dengan mempertemukan semua pemain kunci dalam satu waktu, diharapkan kesenjangan antara rencana dan eksekusi proyek energi bersih bisa dipersempit secara signifikan.

Terkini