Korlantas Polri Dorong Komunitas Ojol Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:49:02 WIB
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Wibowo.

JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Wibowo mengimbau para pengemudi ojek online (ojol) agar bersedia menjadi agen sekaligus pelopor keselamatan berlalu lintas di tengah meningkatnya mobilitas warga serta pertumbuhan volume kendaraan.

“Jalan raya sebagai ruang bersama harus kami kelola dengan disiplin, kepedulian, dan semangat keselamatan. Di sisi lain, potensi pelanggaran, kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama,” kata Irjen Pol Wibowo dalam agenda Gebyar Keselamatan Berlalu Lintas di Pusdiklantas Polri, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis.

Menurut Wibowo, gelaran Gebyar Keselamatan Berlalu Lintas merupakan langkah nyata Korlantas Polri berkolaborasi dengan segenap stakeholder untuk menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan di jalan raya.

Ia memaparkan data Korlantas Polri yang mencatat terdapat sekitar 158 ribu kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025. Kendati demikian, hingga Juli 2026, angka kecelakaan lalu lintas diklaim berhasil ditekan hingga meluncur turun sebesar 22,92 persen.

Ia menggarisbawahi bahwa penyusutan grafik tersebut bukan sekadar perihal statistik, melainkan berhubungan erat dengan misi menyelamatkan jiwa masyarakat.

“Ini bukan sekadar angka. Namun demikian, ada keselamatan nyawa, keselamatan jiwa yang harus sama-sama kami jaga,” ujarnya.

Wibowo turut menyoroti vitalnya kontribusi pengemudi ojol dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas. Bagi dirinya, para penarik ojol tak sebatas menjadi penyedia jasa antar-jemput, melainkan cermin dari wajah keselamatan berlalu lintas di tengah warga.

Atas dasar itu, ia memacu seluruh pengemudi ojol untuk senantiasa memberi contoh positif lewat etika berkendara, kedisiplinan, serta kepatuhan pada regulasi jalan raya. “Rekan-rekan ojol adalah mitra strategis Korlantas,” ujarnya.

Ia menaruh harapan besar agar para peserta yang hadir tidak sekadar meramaikan acara, tetapi sanggup membawa pulang spirit baru selaku pelopor keselamatan jalanan.

Jajaran kepolisian juga mewanti-wanti beberapa bentuk pelanggaran yang kerap dijumpai di lapangan, mulai dari abai memakai helm, menerobos lampu lalu lintas, mengoperasikan ponsel saat mengemudi, hingga nekat melawan arus.

“Kalaupun melanggar, itu cuma rekapitulasi. Untuk mengingatkan bahwa mereka juga manusia, tentu tidak luput dari kesalahan,” ujarnya.

Terkini