Mate Rimac: Pasar Supercar Tetap Pakai Mesin Bensin, Mobil Listrik untuk Kendaraan Biasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:10:00 WIB

ENERGINEWS.ID — Pernyataan Rimac ini menarik karena ia adalah pionir hypercar listrik murni lewat Rimac Nevera yang bertenaga 1.914 HP. Namun kini, di bawah kepemimpinannya, Bugatti justru mengembangkan mesin V16 8,3 liter untuk model terbaru mereka, Tourbillon.

"Untuk mobil normal, orang normal, mayoritas besar mobil masa depan akan listrik. Tapi segmen atas, seperti sports car dan di atasnya, akan tetap memakai mesin pembakaran untuk waktu yang sangat lama, persis seperti jam tangan," ujar Rimac kepada CNBC.

Perbandingan dengan Industri Jam Tangan Swiss

Rimac menganalogikan pasar supercar dengan industri jam tangan mewah Swiss. Hanya sekitar lima persen jam tangan dunia yang diproduksi di Swiss, namun menyumbang 90 persen keuntungan industri tersebut. Menurutnya, Apple Watch atau smartwatch apa pun punya lebih banyak fungsi, tapi tidak ada yang mau membayar US$200.000 untuk itu.

Ia juga menyoroti bahwa performa mentah bukan lagi pembeda utama di pasar otomotif. "Kamu bisa dapat mobil yang lebih cepat dari mobil performa mana pun dari 10 tahun lalu dengan harga sekitar US$50.000 dari China. Performa benar-benar menjadi sekunder," kata Rimac.

Pengalaman Analog Jadi Nilai Jual Utama

Rimac menyebut yang kini dicari pembeli supercar adalah "perayaan keterampilan manusia". Ia menggambarkan mobil sebagai objek paling kompleks yang bisa dibeli seseorang, perpaduan seni dan rekayasa yang harus melaju 250 mil per jam, aman, punya downforce, dan lolos uji tabrak.

Kondisi di pabrik Rimac di Kroasia menggambarkan situasi unik ini. "Di lini produksi yang sama, mobil listrik terkuat di dunia dibuat bersebelahan dengan mesin pembakaran terbesar di dunia. Hidup memang kadang aneh," ujarnya tentang Nevera dan mesin V16 untuk Bugatti Tourbillon.

Pabrikan Mewah Kembali ke Transmisi Manual

Tren yang disebutkan Rimac terbukti di ajang Monterey Car Week tahun ini. Porsche dan Ferrari mulai menghadirkan kembali transmisi manual. Koenigsegg dan McLaren juga memperkenalkan sistem perpindahan gigi manual pada model terbaru mereka.

Model seperti Bugatti Destrier, Gordon Murray Special Vehicles S1, dan Brabus Bodo Cabriolet lebih menonjolkan nilai seni dibanding sekadar angka tenaga. Di segmen paling atas pasar otomotif, kebaruan dan pengalaman berkendara langsung menjadi mata uang utama.

Terkini