Prabowo Minta Bencana Ditangani Cepat dan Bantuan Tepat Sasaran

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:54:02 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengecek bantuan sebelum dikirim ke Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan di Lanud Halim Perdanakusama [FOTO: NET].

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penanggulangan bencana dieksekusi secara terpadu dan sigap.

Ia mengungkapkan Presiden turut meminta segenap jajaran terkait menjamin bantuan yang disalurkan pemerintah sungguh-sungguh mendarat serta diterima oleh warga yang memerlukan.

"Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu serta setiap unsur harus pastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan," ujar Teddy dalam keterangan di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Pihak pemerintah kembali bergerak tangkas mendistribusikan pasokan bantuan ke pelbagai area terdampak bencana. Pada Senin hari ini pukul 04.30 WIB, sebanyak enam unit armada pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dilepas untuk mengangkut bantuan logistik menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.

Pengiriman bantuan tersebut sekalian memperlihatkan komitmen pihak pemerintah untuk konsisten berada di tengah warga yang berada dalam situasi darurat bencana. Penyokongan logistik beserta peralatan bakal terus digelontorkan menyelaraskan keperluan di area penanganan.

"Pemerintah memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri. Kami hadir dan membersamai mereka," kata Teddy.

Dari total enam pesawat itu, tiga unit di antaranya diarahkan menuju NTT, masing-masing dengan rute penerbangan Labuan Bajo serta Maumere. Pesawat-pesawat tersebut memuat total 31 ton pasokan pangan siap santap seperti biskuit, wafer, protein bar, roti, serta pelbagai bahan pangan penunjang demi mengakomodasi kebutuhan warga terdampak.

Di samping itu, pemerintah turut mengirimkan wahana mainan anak-anak sebagai bagian dari tindakan penghiburan (trauma healing) di lokasi bencana.

Pada rentang waktu bersamaan, tiga armada pesawat TNI AU lainnya mengudara menuju wilayah Kalimantan dengan titik mendarat di Pontianak, Palangka Raya, dan Banjarmasin.

Tiga pesawat tersebut mengangkut 500 unit peralatan mesin pompa air yang tergolong dalam bagian dari 2.000 unit mesin pompa yang disalurkan bertahap demi memperkokoh penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terkhusus pada area lahan gambut.

Setiap unit mesin pompa air dibekali dengan fasilitas selang atau saluran pipa sepanjang satu kilometer. Sarana penunjang tersebut diharapkan mampu membantu personel di lapangan menjangkau pasokan air serta mengoptimalkan langkah pemadaman api, utamanya di zona lahan gambut yang memerlukan tindakan intensif.

Terkini