JAKARTA - Banyak orang tua merasa bingung ketika anak mulai pilih-pilih makanan alias menjadi picky eater dalam kehidupan sehari-hari.
Pilihan makanan anak dapat berubah-ubah, sehingga menu yang disukai hari ini belum tentu mau dikonsumsi lagi pada esok hari.
Situasi tersebut kerap memicu kekhawatiran orang tua terkait kecukupan asupan nutrisi dan gizi harian yang dibutuhkan si kecil.
Namun, menghadapi anak picky eater tidak selalu harus dilakukan dengan cara memaksa mereka menghabiskan porsi makanan.
Langkah pertama adalah mengenalkan makanan baru secara bertahap tanpa memaksanya, atau mencampurkannya ke dalam menu favorit anak.
Orang tua juga disarankan tetap menyediakan beragam pilihan makanan bergizi, mulai dari karbohidrat, protein, hingga buah dan sayur.
Melibatkan anak dalam menyiapkan makanan, seperti memilih buah saat berbelanja atau mengaduk adonan, juga dapat memicu ketertarikan mereka.
Selain itu, hindari memaksa anak menghabiskan makanan dan biarkan mereka mengenali rasa lapar serta kenyang secara mandiri.
Sesuaikan porsi makan dengan ukuran perut anak dan hindari menggunakan makanan manis atau permen sebagai bentuk hadiah.
Terakhir, berikan contoh kebiasaan makan yang baik karena anak cenderung meniru pola konsumsi serta perilaku orang tua di sekitarnya.