JAKARTA — Lipstik telah menjadi salah satu produk kosmetik utama yang diandalkan untuk menunjang penampilan sehari-hari.
Saat ini perona bibir hadir lewat ragam formula seperti lip balm, lip tint, lip gloss, hingga tipe khusus dengan kandungan nutrisi perawatan.
Variasi produk serta ragam klaim kemasan kerap memicu kebingungan saat hendak memilih perona bibir yang aman dipakai setiap hari.
Terlebih lagi, sebagian produk kosmetik bibir berisiko ikut tertelan sewaktu makan, minum, atau saat tanpa sengaja menjilati area bibir.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK (Sp.DVE), membeberkan panduan penting dalam memilih perona bibir.
Dokter Arini menekankan pentingnya memilih perona bibir yang legal, jelas sumbernya, serta pas dengan kondisi kulit pengguna.
Tips memilih perona bibir yang aman digunakan harian meliputi:
Pastikan produk mengantongi izin edar BPOM
Langkah utama yang wajib dilakukan konsumen adalah memastikan produk telah memperoleh izin edar resmi dari BPOM.
Legalitas ini sangat krusial karena produk tanpa izin edar menyimpan risiko tinggi mengandung bahan berbahaya atau zat pencemar berlebih.
"Ini menurut saya jauh lebih penting dibanding mengejar klaim seperti ‘chemical-free’ atau ‘non-toxic’," ujar dr. Arini kepada Kompas.com, Kamis (20/8/2026).
Masyarakat dapat menerapkan pemeriksaan Cek KLIK BPOM yang mencakup pengecekan Kemasan, Label, Izin Edar, hingga Kedaluwarsa.
Cermati kandungan bahan produk
Konsumen dianjurkan membiasakan diri membaca deretan komposisi bahan yang tertera di balik kemasan sebelum melakukan pembelian.
Dokter Arini mengimbau agar konsumen tidak langsung mengecap suatu bahan berbahaya hanya karena namanya asing atau tergolong sintetis.
"Natural tidak identik dengan aman, dan synthetic tidak identik dengan berbahaya," tegasnya.
Tiap zat kimia memiliki tingkat konsentrasi serta profil keamanan berbeda, sehingga keamanan produk tak bisa dinilai dari satu bahan saja.
Formula bebas pewangi untuk bibir sensitif
Bagi pemilik bibir sensitif atau sering mengalami kulit pecah-pecah dan peradangan, kecermatan memilih racikan formula menjadi kunci utama.
Kandungan fragrance serta flavor pada produk bibir berpotensi memicu reaksi iritasi maupun gejala dermatitis kontak.
"Untuk pasien dengan bibir sangat sensitif, dermatitis bibir, atau mudah mengalami cheilitis, saya memang lebih menyarankan produk yang fragrance-free dan flavor-free," jelasnya.
Jangan teperdaya klaim "natural" atau "non-toxic"
Sematan label natural, organic, maupun non-toxic tidak bisa dijadikan tolok ukur penuh bahwa produk tersebut dijamin pasti aman.
Bahan berdasar alami seperti essential oil, perasa alami, peppermint, hingga racikan ekstrak tumbuhan tetap berisiko memicu alergi.
Di sisi lain, bahan buatan sintetis justru sering kali memiliki tingkat kemurnian serta kadar keamanan yang terukur lebih terkoordinasi.
Waspadai perubahan kondisi fisik produk
Perhatikan secara mendalam kondisi tekstur, perubahan aroma, hingga konsistensi warna perona bibir sebelum diaplikasikan.
Perubahan fisik tersebut menjadi indikasi kuat bahwa formula di dalamnya sudah terdegradasi atau terpapar kontaminasi kuman.
Hindari kebiasaan memakai perona bibir bergantian
Gawai rias yang menyentuh bibir secara langsung amat tidak disarankan untuk dipakai bersama dengan orang lain.
Saling berbagi kosmetik bibir memperbesar potensi perpindahan mikroorganisme maupun kuman antarpengguna.
Segera hentikan pemakaian jika timbul reaksi
Tingkat kecocokan kosmetik berbeda pada tiap orang, sehingga reaksi pemakaian bisa memunculkan hasil yang beragam.
Apabila muncul rasa perih membakar, gatal, bengkak, hingga ruam di sekitar bibir, segera hentikan penggunaan produk dan konsultasikan ke dokter.