Waspadai Penyebab Maskara Waterproof Masih Luntur Saat Digunakan

Waspadai Penyebab Maskara Waterproof Masih Luntur Saat Digunakan
Ilustrasi Memakai Maskara.

JAKARTA - Pengaplikasian maskara sering kali diandalkan untuk membuat tampilan mata terkesan lebih tajam dan berkarakter. Meski demikian, polesan riasan yang tadinya rapi bisa berantakan akibat timbulnya noda hitam di area bawah mata usai digunakan beberapa jam. Fenomena ini tentu sangat mengganggu kenyamanan, terlebih jika perona bulu mata tersebut dipasang dengan harapan bisa bertahan sepanjang hari.

Opsi seperti maskara tahan air (waterproof) kerap dipilih sebagai solusi. Namun, apabila formula tahan air tersebut ternyata masih belepotan, ada sejumlah faktor pendukung yang mesti diteliti lebih lanjut.

Penyebab Maskara Waterproof Masih Luntur

Kelembapan membuat maskara sulit kering

Kondisi mikro di sekitar area mata memiliki andil besar terhadap daya tahan polesan maskara. Penata rias selebriti sekaligus Direktur Seni Global Tatcha, Daniel Martin, menyebutkan bahwa kelembapan tinggi menjadi salah satu pemicu utama lunturnya warna maskara.

“Salah satu alasan terbesarnya adalah kelembapan,” ungkap Martin, disadur dari Harpers Bazaar. “Kelembapan sangat buruk untuk maskara karena membuat proses pengeringan lebih lama setelah diaplikasikan pada bulu mata, dan anda perlu berkedip, sehingga terjadi transfer dan terkadang kekacauan yang terjadi,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Martin menyarankan agar uap air di kamar mandi dibuang terlebih dahulu sebelum merias wajah, khususnya jika baru saja mandi menggunakan air hangat.

Krim mata bisa membuat maskara luntur

Apabila perona mata tetap luntur kendati udara tidak lembap, cobalah mengevaluasi jenis produk perawatan kulit yang dioleskan pada sekitar mata. Krim mata atau produk dengan konsistensi tebal serta berminyak rentan meninggalkan residu emolien di area bulu mata.

Unsur emolien sejatinya berguna melembutkan serta mengunci kelembapan kulit, namun sisa lapisannya sanggup membuat permukaan bulu mata menjadi licin.

“Emoli dapat terserap dari bulu mata saat anda berkedip,” terang Martin. “Jika anda tidak menghilangkan sisa minyak dari bulu mata, semua maskara akan sulit menempel pada bulu mata,” lanjutnya.

Formulasi dari produk maskara itu sendiri juga layak dipertimbangkan. Martin pribadi mengaku lebih memfavoritkan maskara jenis tubing ketimbang varian waterproof.

“Saya cenderung lebih menyukai maskara tubing karena umumnya lebih nyaman bagi pengguna lensa kontak daripada maskara tahan air,” katanya.

Maskara berteknologi tubing bekerja melingkupi tiap helai bulu mata memakai lapisan mikro menyerupai tabung yang mudah dibersihkan menggunakan air hangat. Di sisi lain, jenis tahan air umumnya memerlukan pembersih berbahan dasar minyak, dan pemakaian saban hari berisiko membuat struktur bulu mata yang ringkih semakin rentan rusak.

Perhatikan cara memakai maskara

Kebiasaan berulang sehari-hari juga berpotensi menyebabkan warna maskara mudah bergeser. Aktivitas mengucek mata secara tak sadar lantaran merasa lelah atau mengalami efek mata kering, misalnya, sanggup merusak keutuhan riasan.

Bagi yang terbiasa memakai primer bulu mata, pastikan formula dasar tersebut sudah mengering sempurna sebelum dilapisi maskara.

“Hal terpenting tentang primer bulu mata adalah membiarkannya mengering dengan benar sebelum mengaplikasikan maskara,” papar Martin.

“Jika Anda tidak membiarkan primer mengering, maskara akan berantakan saat Anda mengaplikasikannya di atasnya karena secara teknis masih basah,” tambahnya.

Faktor higienitas serta perawatan riasan pun tidak boleh diabaikan begitu saja. Usapkan maskara pada kondisi bulu mata yang benar-benar bersih serta kering, bersihkan sisa riasan secara menyeluruh sebelum tidur, dan pastikan mengganti tabung maskara setiap tiga bulan sekali.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index