Riset Ungkap Takaran Kopi yang Tepat untuk Bantu Turunkan Stres Tubuh

Riset Ungkap Takaran Kopi yang Tepat untuk Bantu Turunkan Stres Tubuh
Ilustrasi Minum Kopi.

JAKARTA - Minuman kopi terbukti dapat membantu meredakan tingkat stres apabila dikonsumsi dalam porsi yang pas. Penelitian terbaru berhasil mengidentifikasi takaran harian yang pas untuk mengoptimalkan manfaat penurun stres tersebut.

Sebagian besar orang rutin menyesap kopi pada pagi hari demi menjaga kebugaran tubuh serta mempertahankan fokus mental sepanjang hari.

Di samping fungsinya sebagai pemicu stamina, seduhan biji kopi ini rupanya memiliki manfaat dalam meredakan beban stres. Hasil riset yang dimuat dalam Journal of Affective Disorders menyebutkan bahwa kebiasaan minum kopi sebanyak 2 hingga 3 cangkir per hari berkaitan dengan penurunan risiko gangguan suasana hati maupun stres seperti kecemasan dan depresi.

Sebaliknya, mengonsumsi kurang dari 2 hingga 3 cangkir sehari tidak menunjukkan dampak signifikan bagi kesehatan mental. Sementara itu, asupan melampaui tiga cangkir justru berisiko memicu lonjakan rasa cemas serta memperburuk kualitas tidur.

"Studi ini mendukung gagasan bahwa asupan moderat adalah takaran yang paling ideal, yang sejalan dengan rekomendasi umum saat ini mengenai asupan kafein," kata ahli gizi Morgan L. Walker mengutip dari Very Well Health.

Efek positif yang serupa rupanya juga ditemukan pada konsumsi kopi bebas kafein (decaf). Temuan ini mengindikasikan bahwa manfaat kesehatan mental tersebut kemungkinan berasal dari kandungan lain, seperti senyawa bioaktif atau zat antioksidan.

Kendati demikian, batasan konsumsi harian tetap perlu diperhatikan. Peneliti mencatat adanya potensi ketidakakuratan pelaporan jumlah konsumsi dalam studi tersebut.

Selain itu, riset ini belum merinci teknis penyajian kopi, baik dari segi teknik penyeduhan maupun penambahan bahan pelengkap seperti gula, susu, krim, serta perasa tambahan.

Waktu minum kopi juga tidak dijelaskan secara terperinci, padahal aspek ini sangat krusial mengingat efek kafein dapat memengaruhi pola istirahat malam.

Walker menekankan bahwa ambang toleransi terhadap kafein sangat bergantung pada kondisi fisik masing-masing individu.

"Ada orang yang merasa sangat bugar setelah minum dua cangkir, sementara yang lain mungkin merasakan efek samping dengan jumlah yang sama atau bahkan lebih sedikit," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index