JAKARTA - Pelancong asal Indonesia kini tidak ragu mengalokasikan anggaran lebih besar demi meraih pengalaman perjalanan yang berkesan.
Data terbaru Trip.com mencatat lonjakan pencarian penerbangan first class dan business class hingga 148 persen pada semester pertama 2026.
Pada kurun waktu yang sama, tingkat pencarian akomodasi bintang lima turut mengalami kenaikan hingga mencapai 37 persen.
Pergeseran tren ini menandai perubahan paradigma berlibur masyarakat, dari sekadar melepas penat menjadi investasi kualitas hidup.
General Manager Trip.com Indonesia Krishna Arya menyebutkan bahwa masyarakat saat ini lebih mengutamakan perjalanan yang memberi nilai makna.
Fenomena tersebut mendorong tingginya permintaan tur privat yang fleksibel hingga paket perjalanan berbasis gaya hidup.
Di saat bersamaan, Indonesia semakin dilirik oleh wisatawan mancanegara dan masuk lima besar destinasi pemesanan hotel mewah di Trip.com.
"Hal ini menandakan pentingnya peran Indonesia dalam lanskap perjalanan regional," ujar Krishna, dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.
Tren liburan mewah ini didominasi oleh kelompok wisatawan dari generasi milenial dan generasi X.
Pelancong rentang usia 35–49 tahun menyumbang hampir separuh dari total pemesanan tiket penerbangan kelas premium.
Kelompok usia tersebut juga menguasai 51 persen pemesanan hotel bintang lima sepanjang semester pertama tahun 2026.
Wisatawan yang memanfaatkan fasilitas kabin premium cenderung memilih durasi liburan lebih lama, dengan rata-rata menginap 14,5 hari.
Secara keseluruhan, frekuensi bepergian warga Indonesia ke luar negeri mencapai 2,17 kali per orang, melampaui rata-rata global pengguna Trip.com.