Dana SAL Dikembalikan Bertahap BTN Sediakan Rp5 Triliun untuk September

Dana SAL Dikembalikan Bertahap BTN Sediakan Rp5 Triliun untuk September
Ilustrasi Dana SAL.

JAKARTA - Pengembalian dana saldo anggaran lebih (SAL) pemerintah kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dipastikan berlangsung secara bertahap.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menilai skema tersebut memberi ruang yang lebih panjang bagi sektor perbankan dalam mengelola likuiditas.

Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengungkapkan bahwa proses pengembalian tidak dieksekusi sekaligus, melainkan terbagi dalam beberapa tahapan mulai September, Desember, hingga Juli tahun depan.

“Bukan nggak jadi September, ada yang ditunda sampai akhir tahun. Jadi sekarang jauh lebih jelas jangka waktu-jangka waktunya dan ada yang bahkan sampai pertengahan tahun depan,” ujar Nixon usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN pada Jumat (4/9/2026).

Menurut Nixon, penyesuaian alur jadwal ini menjadikan bank Himbara memiliki fleksibilitas lebih dalam mengurus likuiditas perseroan.

Sebab, penempatan dana SAL sebelumnya telah disalurkan menjadi kredit sehingga perbankan tidak diburu waktu untuk mencari dana pengganti.

“Penempatan dananya kan sudah jadi kredit, kami jadi punya waktu menghimpun dana jadi nggak terburu-buru, nggak tertekan harus ngejar cepat untuk menggantikannya,” katanya.

Khusus untuk BTN, Nixon menyampaikan perseroan sudah mencadangkan sekitar Rp5 triliun guna memenuhi kewajiban pengembalian dana SAL tahap September.

Angka tersebut dinilai relatif lebih kecil dibandingkan kalkulasi persiapan yang dilakukan pada periode sebelumnya.

“Bulan ini sih BTN nggak terlalu besar, Rp5 triliun sudah ada lah,” ujarnya.

Sebelumnya, BTN sempat menghimpun likuiditas hingga Rp19 triliun tatkala skema awal pengembalian SAL masih diagendakan pada Juli sebelum jadwalnya diresmikan ulang.

Langkah pengembalian secara bertahap ini diharapkan mampu meredam ketatnya persaingan perebutan dana pihak ketiga (DPK) antarbank, khususnya pada produk deposito.

Situasi tersebut diyakini dapat membuka peluang bagi penurunan tingkat suku bunga deposito perbankan di masa mendatang.

“Kami jadi lebih punya waktu siapkan likuiditas. Satu tahun kan lumayan. Kami tetap akan mengupayakan pengembalian dananya sesuai jangka waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa BTN akan terus menjaga rasio loan to deposit ratio (LDR) pada kisaran 92 persen hingga 95 persen, baik saat ada penempatan maupun pengembalian dana SAL.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index