IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas pada Senin 31 Agustus 2026 Cek Sentimen

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas pada Senin 31 Agustus 2026 Cek Sentimen
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat secara terbatas pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026. Adapun pada penutupan perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, IHSG mengakhiri sesi dengan melemah tipis 0,06 persen ke posisi 6.518,12.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan bahwa IHSG akan menguat terbatas dengan dipengaruhi beberapa sentimen. Pertama, rebalancing MSCI yang bakal menjadi fokus perhatian investor lantaran mulai berlaku efektif per 1 September 2026.

Adapun MSCI mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari kategori Global Standard. Selain itu, MSCI turut mengeliminasi ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, serta TCPI dari kategori Small Cap.

"Rebalancing MSCI diperkirakan masih menjadi perhatian investor yang disebabkan masa efektif per 1 September 2026, di mana dikhawatirkan akan adanya potensi outflow yang besar," jelasnya kepada Kontan akhir pekan lalu.

Di samping dinamika MSCI, Herditya mengungkapkan bahwa para pelaku pasar juga akan terus mengamati pergerakan harga emas dan minyak mentah dunia. Ia memproyeksikan harga kedua komoditas tersebut bergerak konsolidasi seiring melandainya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menerangkan, IHSG masih menunjukkan tren positif dari kacamata teknikal yang disokong sejumlah indikator dan mengindikasikan peluang pembentukan rekor level tertinggi baru.

"Secara teknikal, pergerakan IHSG akan membentuk pola high baru karena faktor uptrend. MA20 dan MA60 telah menunjukkan positive crossover, sementara Stochastics K_D memberikan sinyal positif," katanya.

Meskipun demikian, investor diimbau tetap mencermati pergeseran sentimen global selepas pidato perdana Kevin Warsh selaku Gubernur The Fed pada ajang Jackson Hole Economic Symposium. Dalam pidatonya, Warsh menegaskan tingkat inflasi AS belum menunjukkan perbaikan signifikan dan stabilitas harga terus menjadi prioritas utama The Fed.

Nafan menilai tanggapan pasar atas pidato tersebut cenderung bernada keras (hawkish). Probabilitas kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin pada September melonjak menjadi di atas 59 persen, naik dari kisaran 35 persen sebelum pidato disampaikan.

"Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar saham global karena ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi serta memperkuat dolar AS," jelasnya kepada Kontan, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Di Bursa Amerika Serikat, penguatan bursa sebelumnya masih ditopang oleh kinerja Nvidia yang kembali melejitkan optimisme terhadap prospek industri kecerdasan buatan. Lonjakan permintaan infrastruktur AI global menjadi salah satu pendorong bagi saham sektor teknologi.

Namun, pasca-pidato Warsh, investor diminta lebih waspada terhadap kelompok saham bermodal valuasi tinggi serta rentan terhadap penyesuaian suku bunga. Kenaikan yield US Treasury berpotensi mengerek biaya modal sekaligus menekan valuasi saham-saham berbasis pertumbuhan.

Untuk transaksi perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, Nafan memproyeksikan IHSG menguji level support di 6.358 dan 6.273, dengan batas resistance pada posisi 6.454 dan 6.552. Sementara itu, Herditya memperkirakan IHSG menguji support di kisaran 6.506 dan resistance pada angka 6.539.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index