Kementerian PU Percepat Akses Air Bersih Korban Gempa di Pulau Palue

Kementerian PU Percepat Akses Air Bersih Korban Gempa di Pulau Palue
Menteri PU Dody Hanggodo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, serta jajaran Pemkab Sikka dan seluruh balai Kementerian PU di NTT, Minggu (23/8/2026)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggenjot percepatan pemulihan sarana air bersih serta sanitasi untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTB).

Menteri PU Dody Hanggodo dalam siaran pers yang diterima di Kupang, Senin, mengutarakan bahwa salah satu terobosan yang ditempuh yakni menjajaki pemanfaatan teknologi baru melalui kemitraan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kementerian PU telah mencari kemungkinan teknologi yang dapat membantu mengubah air laut menjadi air tawar sebagai solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat Pulau Palue," katanya, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka dan seluruh balai Kementerian PU di Sikka.

“Saya sudah kontak Kepala BRIN, siapa tau mereka punya teknologi apapun untuk mengkonversi air laut itu menjadi tawar. Itu menurut saya akan jauh lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Menteri Dody menguraikan bahwasanya tantangan pemenuhan air bersih di Pulau Palue memerlukan penanganan khusus akibat karakteristik geografis pulau yang tergolong kecil serta adanya aktivitas gunung berapi aktif yang menyulitkan pencarian sumber air.

“Saya sudah perkirakan, ini kan pulau tidak terlalu besar, kemudian saya juga terinfokan ada gunung berapi yang lumayan masih aktif, jadi saya sudah bayangkan bahwa itu akan susah mencari sumber air bersih," ujar Dody.

Menurut Dody, lumpuhnya infrastruktur penyediaan air bersih merupakan hambatan utama pascabencana di Kabupaten Sikka. Dari total 495 unit prasarana air bersih yang terdampak, 481 unit di antaranya menderita kerusakan berat.

Tingkat kerusakan di Kecamatan Palue terkonsentrasi pada Bak Penampung Air Hujan (BPAH) kepunyaan warga. Sementara itu, jaringan air bersih milik Perumda di area daratan yang mengalami kerusakan skala ringan hingga sedang telah selesai diperbaiki.

Berdasarkan inventarisasi data Kementerian PU dan Pemkab Sikka, kerusakan terparah akibat guncangan gempa berdampak langsung pada sektor layanan publik dasar.

Bukan cuma akses air bersih, hantaman gempa turut merusak 371 fasilitas sanitasi. Sebanyak 302 unit di antaranya hancur berat, terutama sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) milik warga setempat di Kecamatan Palue.

Menteri Dody menegaskan, percepatan pemulihan sarana dasar ini berpatokan pada instruksi Presiden Prabowo Subianto supaya warga terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala.

“Kami melaksanakan ini karena arahan dan dukungan penuh dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami hanya membantu mewujudkan apa-apa yang Presiden inginkan, sehingga warga yang terdampak bencana itu bisa secepatnya tersenyum,” tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index