JAKARTA - Penggunaan obat-obatan memang menjadi salah satu langkah medis untuk menangani kadar kolesterol tinggi. Namun, perubahan gaya hidup seperti rutinitas gerak badan juga memegang peranan sangat penting.
Kadar kolesterol jahat atau LDL (Low-Density Lipoprotein) yang tinggi dapat memperbesar risiko penyakit jantung.
Di sisi lain, mengoptimalkan kolesterol baik atau HDL (High-Density Lipoprotein) sangat krusial karena berfungsi membawa partikel kolesterol kembali ke hati untuk dibuang dari tubuh.
Gaya hidup aktif terbukti sanggup memperbaiki profil kolesterol, terutama jika menggabungkan latihan aerobik dan latihan beban (resistensi) secara konsisten.
Ahli fisiologi olahraga, Neil Smart, Ph.D, menyatakan bahwa gabungan dua jenis latihan ini memberikan dampak paling optimal bagi kesehatan kardiometabolik.
Latihan aerobik berfokus membantu menurunkan kadar LDL melalui peningkatan pembakaran kalori dan efisiensi penggunaan lemak sebagai energi.
Sementara itu, latihan resistensi berperan dalam mendongkrak kadar HDL melalui pembentukan massa otot dan peningkatan pengeluaran energi tubuh.
“Artinya, kami membutuhkan latihan aerobik dan latihan resistensi untuk mendapatkan manfaat terbaik terhadap LDL dan HDL,” kata Smart.
Secara umum, semakin rutin dan konsisten aktivitas fisik yang dijalankan, makin besar pula manfaat yang diperoleh aliran darah dalam mengeliminasi lemak jahat.
Untuk latihan aerobik, Smart menyarankan durasi sekitar 150 hingga 180 menit per minggu yang dilakukan secara berkala selama 8 hingga 12 minggu.
Apabila intensitas latihan cenderung rendah seperti jalan santai, durasinya disarankan bertambah hingga empat jam per minggu.
Sebaliknya, untuk aktivitas fisik berintensitas tinggi, target minimalnya berada di angka 75 menit setiap minggu.
Latihan kekuatan otot juga disarankan minimal dua hari dalam seminggu dengan melatih seluruh kelompok otot utama tubuh.
Bagi pemula atau individu dengan kondisi medis tertentu, disarankan untuk memulainya secara perlahan serta berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Selain rutin berolahraga, pengelolaan kolesterol juga perlu didukung pemeriksaan kadar lemak darah secara berkala dan penerapan pola makan sehat.
Fokuslah mengonsumsi makanan utuh seperti buah, sayur, biji-bijian, serta lemak tak jenuh, sembari membatasi asupan lemak jenuh dan menghindari lemak trans.
Menjaga durasi tidur 7 hingga 9 jam setiap malam, menghentikan kebiasaan merokok, serta mempertahankan berat badan ideal akan memaksimalkan perlindungan kesehatan pembuluh darah.