Helikopter Basarnas Angkut 7 Korban Luka Berat Gempa NTT ke Rumah Sakit

Helikopter Basarnas Angkut 7 Korban Luka Berat Gempa NTT ke Rumah Sakit
Tim BASARNAS sementara melakukan evakuasi terhadap korban terdampak gempabumi magnitudo 7,7 di Flores, NTT.

JAKARTA - Basarnas mempercepat evakuasi udara bagi tujuh korban luka berat akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuju RSUD Pratama Komodo di Labuan Bajo.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, menyatakan bahwa hingga pukul 15.00 WITA, seluruh korban yang mengalami cedera serius sukses dievakuasi memakai helikopter guna mendapatkan penanganan medis darurat.

“Evakuasi dilakukan dalam dua kloter. Kloter pertama menggunakan Helikopter Dauphin dengan membawa tiga korban dan tim medis, sementara kloter kedua membawa empat korban,” kata dia.

Syafii menerangkan bahwa para penyintas yang dievakuasi menderita cedera fisik parah lantaran tertimpa reruntuhan bangunan, seperti patah tulang (fraktur), dislokasi, trauma vertebralis, hingga luka berat di bagian tangan.

Pengoperasian helikopter Dauphin yang disiagakan pada zona bencana menjadi langkah krusial untuk menembus keterbatasan jalur darat sekaligus memangkas waktu tempuh pemindahan korban dari lokasi terdampak parah di Manggarai Timur menuju rumah sakit rujukan.

Di samping penyelamatan via udara, kata dia, Basarnas turut mengerahkan personel dan armada laut dengan memberangkatkan Tim Rescue Kantor SAR Kupang bersama unsur TNI, Polri, serta Potensi SAR mengendarai KN SAR Antareja menuju kawasan pesisir terdampak.

"Penebalan kekuatan personel dan alut SAR ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan penyisiran, pencarian, serta pertolongan darurat bagi warga yang masih membutuhkan bantuan di kawasan pedalaman maupun kepulauan NTT," kata dia.

Sementara itu, data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku koordinator lapangan penanganan tanggap darurat mencatat lebih dari 5.000 jiwa mengungsi, baik secara mandiri maupun mendiami posko pengungsian, lantaran rumah mereka rusak ringan hingga berat akibat guncangan gempa bumi magnitudo 7,7 pada Jumat (15/8).

Hasil pendataan tim petugas gabungan di lapangan menunjukkan sedikitnya 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rusak sedang, serta 317 rusak ringan akibat guncangan gempa.

Kerusakan parah pun melanda puluhan sarana publik, meliputi 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintahan.

Hingga Senin (17/8), tercatat ratusan korban mengalami luka-luka serta 68 orang meninggal dunia.

Para korban meninggal dunia tersebut berasal dari Kabupaten Manggarai sejumlah 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo delapan jiwa, Kabupaten Sikka empat jiwa, Kabupaten Ende dua jiwa, Kabupaten Manggarai Barat dua jiwa, dan Kabupaten Ngada dua jiwa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index