Arab Saudi Batalkan Alokasi Minyak Oktober ke Dua Kilang Eropa

Sabtu, 19 September 2026 | 11:04:00 WIB

ENERGINEWS.ID — Arab Saudi memberi tahu setidaknya dua pelanggan kilang minyak di Eropa bahwa mereka tidak akan menerima alokasi minyak mentah pada Oktober. Pembatalan pengiriman ini menjadi tanda terbaru bagaimana perang di Timur Tengah merembet ke pasar energi global, memaksa pemasok besar menyesuaikan komitmen kontrak jangka panjang mereka.

Keputusan itu disampaikan langsung kepada dua pembeli di Eropa yang selama ini memasok minyak mentah Arab Saudi lewat kontrak jangka panjang. Kontrak semacam itu biasanya menjamin pasokan bulanan tetap, tetapi perusahaan energi punya klausul untuk membatalkan pengiriman dalam keadaan luar biasa, yang dikenal sebagai force majeure.

Langkah Riyadh menandai pertama kalinya Arab Saudi menarik alokasi ke pembeli Eropa sejak konflik di Timur Tengah memanas. Qatar lebih dulu mengambil langkah serupa.

Qatar Perpanjang Force Majeure Gas hingga November

Awal bulan ini, Qatar memperpanjang status force majeure untuk pengiriman gas alam cair hingga awal November. Perpanjangan itu dipicu blokade maritim di Selat Hormuz yang menghambat jalur pelayaran energi dari Teluk.

Blokade di Selat Hormuz membuat kapal-kapal tanker kesulitan melintas. Jalur sempit itu selama ini menjadi urat nadi ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk menuju pasar Asia dan Eropa.

Pipa Timur-Barat Jadi Penopang, Lalu Lumpuh

Arab Saudi tampak lebih terlindungi dari konflik tersebut berkat Pipa Timur-Barat (East-West Pipeline). Pipa yang membentang dari Teluk hingga pelabuhan Yanbu di Laut Merah itu memungkinkan kerajaan menghindari persaingan antara Iran dan AS dalam memperebutkan kendali atas Selat Hormuz.

Sebelum perang, pipa ini mengangkut sekitar dua pertiga volume minyak Arab Saudi, setara empat juta barel per hari (bpd). Namun pekan lalu, satu serangan pesawat nirawak (drone) melumpuhkan pipa tersebut.

Arab Saudi menyatakan serangan itu berasal dari Irak, tempat bercokolnya milisi yang bersekutu dengan Iran. Hingga kini belum ada konfirmasi independen soal asal serangan tersebut.

Mengapa Pembeli Eropa Paling Terdampak

Kilang-kilang Eropa mengandalkan kontrak jangka panjang Arab Saudi karena pasokannya stabil dan harganya terprediksi. Ketika alokasi Oktober dibatalkan, mereka harus mencari pengganti di pasar spot yang harganya lebih bergejolak.

Pembatalan ini juga memperlihatkan bahwa jaminan kontrak jangka panjang tidak lagi cukup di tengah perang. Pemasok bisa menarik pasokan kapan saja dengan dalih force majeure.

Pasar energi global kini menunggu apakah Arab Saudi akan memperpanjang pembatalan ke bulan-bulan berikutnya. Jika ya, tekanan pada harga minyak dan gas di Eropa dipastikan meningkat menjelang musim dingin.

Terkini