Penyebab Lipatan Kulit Menghitam saat Hamil Berhubungan dengan Hormon

Minggu, 13 September 2026 | 12:39:01 WIB
Ilustrasi Wanita Hamil.

JAKARTA - Masa kehamilan kerap menghadirkan berbagai perubahan fisik pada tubuh perempuan, termasuk kondisi kesehatan kulit. Selain ditandai dengan pembesaran perut, sejumlah ibu hamil kerap mendapati beberapa lipatan tubuh seperti ketiak, selangkangan, bagian bawah payudara, hingga lipatan bokong yang tampak memikat warna lebih gelap.

Fenomena perubahan warna kulit tersebut kerap dikaitkan dengan pergeseran kadar hormon kehamilan. Lantas, benarkah proses penghitaman di area lipatan tubuh tersebut murni akibat dinamika hormonal saat mengandung?

Berdasarkan publikasi riset dari International Journal of Women's Dermatology, berkisar 85 hingga 90 persen ibu hamil memang mengalami gejala hiperpigmentasi. Kondisi ini tergolong sebagai salah satu perubahan struktur kulit yang lazim dijumpai, terutama pada memasuki paruh kedua usia kehamilan.

Lonjakan hormon selama masa mengandung sanggup memicu sel pembuat pigmen kulit atau melanosit bekerja jauh lebih aktif. Peningkatan kadar estrogen, progesteron, serta melanocyte-stimulating hormone (MSH) ditengarai kuat mendorong peningkatan produksi zat melanin yang memberikan warna alami pada kulit.

Imbasnya, area tubuh yang dari awal memiliki tingkat pigmentasi tinggi bakal terlihat semakin pekat. Bagian seperti puting, areola, area genital, serta pelbagai lipatan kulit lainnya dapat terpengaruh oleh dinamika warna ini selama masa kehamilan berlangsung.

Oleh sebab itu, kemunculan warna kulit yang lebih gelap di titik-titik tertentu selama hamil tidak selalu menandakan adanya gangguan kesehatan kulit yang berbahaya.

Kendati tidak dialami oleh seluruh ibu hamil, perubahan warna ini kerap menyasar bagian intertriginosa, yakni area tempat bertemunya atau bergesekannya dua permukaan kulit tubuh.

Kondisi hiperpigmentasi imbas kehamilan ini secara alami akan memudar perlahan pascapersalinan seiring pulihnya keseimbangan hormon. Kendati demikian, durasi pemulihan warna kulit tersebut berbeda-beda pada tiap individu.

Sebagian perempuan mendapati pigmentasinya berkurang dalam kurun hitungan bulan, sementara sebagian lainnya memerlukan waktu yang relatif lebih lama hingga warna kulit kembali normal.

Maka dari itu, para ibu hamil tidak perlu tergesa-gesa memakai krim pemutih atau produk pemeliharaan berkandungan bahan kimia keras hanya karena mendapati perubahan warna kulit selama mengandung.

Meski demikian, terdapat kondisi medis lain yang perlu diwaspadai di sekitar lipatan kulit selain hiperpigmentasi normal, yaitu acanthosis nigricans.

Gangguan kulit ini ditandai tidak hanya dengan perubahan warna yang semakin pekat, melainkan juga tekstur kulit yang menebal dan terasa kasar menyerupai kain beludru. Bagian tubuh yang rentan terdampak meliputi leher, ketiak, hingga selangkangan.

Berseberangan dengan hiperpigmentasi alami kehamilan, acanthosis nigricans cenderung berkaitan erat dengan masalah resistensi insulin, kegemukan, hingga risiko diabetes.

Apabila perubahan pada kulit menunjukkan gejala penebalan atau perubahan tekstur yang signifikan, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis.

Terkini