Titik Terendah Katy Perry Usai Pisah dari Orlando Bloom dan Tur Musik

Jumat, 11 September 2026 | 02:11:32 WIB
Katy Perry dan kekasihnya, mantan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau [FOTO: NET].

JAKARTA - Bintang pop Katy Perry saat ini tengah menikmati momen rehat yang sangat berharga setelah 16 bulan lamanya sibuk mendedikasikan waktu di tengah jadwal padat Lifetimes Tour

Sambil mengeringkan diri selepas berenang bersama putri kecilnya yang berumur enam tahun, Daisy, ia membagikan kisah melalui panggilan video ihwal keterlibatan sang anak dalam menyertai perjalanan turnya yang panjang.

Momen keintiman keluarga yang terekam lewat sesi wawancara eksklusif bersama People dan disadur pada Jumat (11/9/2026), sekaligus merekam keteguhan jiwa seorang ibu di tengah fase transisi hidup yang penuh liku.

"Ia (Daisy) melihat ibunya menjalankan tujuan hidupnya, dan itu baik untuknya. Ia melihat ibunya menjadi kuat," kata Perry.

Menghadapi masa sulit di tengah tur

Setahun belakangan diakuinya sebagai kurun waktu yang membawa ujian teramat berat bagi pelantun tembang "Teenage Dream" tersebut.

Selain harus terus menjaga performa panggung agar tetap prima di hadapan penonton serta menangkis gelombang kritik tajam atas album terbarunya yang bertajuk "143", ia juga diuji lewat proses perpisahan yang menyayat hati. 

Jalinan asmara bersama ayah dari anak kandungnya sekaligus pasangan hidupnya selama hampir satu dekade, aktor Orlando Bloom, terpaksa pupus di tengah jalan pada musim panas tahun lalu.

Agenda tur dunianya baru saja menginjak bulan April 2025, dan hanya berselang beberapa bulan kemudian, pihak perwakilan resmi dari Perry dan Bloom mengumumkan putusnya hubungan mereka ke publik.

Fase titik nadir tersebut menderanya tatkala ia sedang berada di negeri kanguru, Australia, pada bulan Juli, persis di saat kabar perpisahannya mulai mencuat ke permukaan publik. Pada masa itu, ia merasa begitu rapuh, tak henti menangis, serta dilanda kesepian yang mendalam lantaran para sahabatnya tengah bersantai menikmati waktu di kampung halaman.

Kendati demikian, sokongan moral yang masif dari orang-orang terdekat layaknya malaikat penolong perlahan memapahnya bangkit dari situasi rumit tersebut.

Perry berhasil membuktikan kapasitas dirinya untuk kembali menapaki panggung hiburan dengan penuh rasa percaya diri. Seluruh keraguan maupun cibiran miring yang diarahkan publik kepadanya justru ia sisihkan jauh-jauh, lalu dibalas melalui gelora semangat hidup yang menyala-nyala.

"Saya sedang menjalani hidup saya dengan sangat maksimal!" ungkapnya secara antusias.

Menemukan kepingan teka-teki yang hilang

Dibalik segala badai kekacauan yang sempat melanda, rangkaian tur tersebut justru mendatangkan anugerah terbesar dalam perjalanan hidupnya. Di tengah padatnya jadwal pergerakan konser, ia tanpa disangka-sangka dipertemukan dengan figur yang sukses mengubah haluan hidupnya, yakni mantan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.

Benih-benih asmara di antara keduanya mulai terendus publik pada pengujung bulan Juli tahun tersebut ketika mereka tertangkap basah sedang berkencan di Montreal. Selang dua hari kemudian, mantan tokoh politik terkemuka itu tampak hadir memberikan dukungan langsung dengan menyaksikannya bernyanyi di atas panggung konser.

Kedekatan tersebut terus bersemi hingga puncaknya pada bulan Oktober, di mana pasangan ini resmi mengukuhkan hubungan saat merayakan hari ulang tahun sang musisi di Paris, Perancis.

Mereka bahkan tampil serasi berjalan berdampingan di atas karpet merah dalam penayangan perdana film konser bertajuk "Katy Perry: The Lifetimes Tour—Live From Paris" di ajang Tribeca Festival pada Juni 2026.

Pada bulan yang sama, ia meluncurkan singel berjudul "Watch It Burn", sebuah karya lagu perpisahan yang terinspirasi dari kandasnya kisah asmara di masa lalu.

Katy Perry menyadari sepenuhnya bahwa setiap jalinan kasih di masa lalu, termasuk hubungannya yang terajut selama sembilan tahun belakangan, merupakan guru terbaik yang memberikan banyak hikmah berharga.

Ia menyadari bahwa dirinya harus berani melepaskan ikatan masa lalu secara tulus agar sanggup terus melangkah ke depan.

"Saya selalu menginginkan cinta legendaris yang epik ini, dan saya membicarakannya dengan terapis saya. Segala sesuatu dalam hidup saya luar biasa, tetapi ini layaknya kepingan teka-teki yang hilang, lalu ia muncul," jelas Perry.

Terwujudnya manifestasi cinta sejati

Pertemuan tak terduga dengan sang figur politikus tersebut diyakininya bukanlah sekadar kebetulan belaka, melainkan buah dari sebuah manifestasi. Pada bulan Agustus tahun sebelumnya, ia secara sengaja mencatat daftar impian hidupnya.

Di tengah sambungan video bersama People, Perry sempat memperlihatkan secarik kertas catatan lalu membacakan poin terakhir dari daftar tersebut.

"Nomor 10 hanya bertuliskan, 'Cinta Sejati'. Dan saya pikir di sanalah posisi kami sekarang berada," tuturnya sambil tersenyum.

Kehadiran Trudeau juga terbukti menyuguhkan proses penyembuhan jiwa yang luar biasa bagi dirinya. Sepanjang musim panas, pria tersebut secara konsisten mendampingi serta memberikan dukungan penuh dengan menonton sepuluh dari total 20 agenda pertunjukan terbarunya.

Sikap Justin Trudeau yang amat suportif, ikut menghafal lirik lagu, hingga menampilkan bentuk kekaguman tulus, membuat sang bintang merasa amat bersyukur atas keselarasan batin di antara mereka berdua.

Kini, selepas tirai tur panjangnya benar-benar tertutup rapat, Perry menyatakan kesiapannya menyambut lembaran babak baru yang sarat akan cinta. Sebelum kembali menelurkan karya-karya lagu bertema romansa di masa mendatang, ia memilih memfokuskan energinya untuk meresapi momen-momen sederhana dalam keseharian hidupnya.

"Saya sedang menjalani hidup saya, sehingga saya bisa menulis tentang hidup saya," tutupnya.

Terkini