Kesan Tech Creator Indonesia Usai Jajal iPhone Duo dan 18 Pro Baru

Kamis, 10 September 2026 | 04:30:01 WIB
iPhone Duo.

JAKARTA - Apple secara resmi merilis iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Duo. Kreator konten teknologi Kelvin Kurniawan menjadi salah satu sosok yang berkesempatan memegang serta mencoba langsung gawai terbaru Apple tersebut usai peluncurannya.

Kelvin membeberkan sejumlah hal yang langsung terasa ketika menggenggam iPhone 18 Pro Series. Salah satu poin utamanya yaitu Dynamic Island yang kini dirancang dengan ukuran lebih ringkas.

"Secara visual langsung kelihatan di iPhone 18 Pro/Pro Max punya Dynamic Island yang lebih kecil, bikin look-nya jadi makin clean. Warna barunya juga cakep banget, khususnya yang Glacier," ujar Kelvin.

Menurut pertimbangannya, sisi ergonomi iPhone 18 Pro dan Pro Max masih terasa familiar disandingkan dengan generasi terdahulu. Perubahan Dynamic Island yang lebih kecil justru baru terasa dampaknya saat perangkat aktif dioperasikan.

Dynamic Island pada seri ini sanggup memuat hingga tiga Live Activities secara simultan. Kelvin memberi contoh bahwa fitur ini dapat dimanfaatkan untuk memantau penghitung waktu, musik yang berputar, serta informasi penerbangan sekaligus.

"Terasa saat digunakan karena yang sebelumnya hanya bisa menampilkan dua Live Activities, sekarang bisa hingga tiga Live Activities. Berguna untuk multitasking," jelasnya.

Satu di antara pembaruan signifikan pada sektor kamera iPhone 18 Pro Series ialah variable aperture. Fitur ini memberi keleluasaan bagi pengguna untuk menyetel bukaan lensa sehingga mempunyai kendali lebih luas atas pencahayaan dan kedalaman fokus foto.

Kelvin menilai bahwa fitur tersebut sangat berguna kala pengguna hendak menentukan sendiri karakteristik hasil potret yang diinginkan.

"Cukup berpengaruh, apalagi kalau ingin kontrol penuh terhadap ruang fokus pada hasil foto. Misalnya memilih antara foto yang blur atau tajam," katanya.

Kendati demikian, Kelvin berpandangan variable aperture bakal lebih memikat kalangan fotografer serta pembuat konten. Masyarakat umum dinilainya tetap dapat mengandalkan moda otomatis.

"Menurutku fitur ini nice to have karena memberikan opsi lebih buat pengguna," ujarnya.

Fitur lain yang dipandang tak kalah menarik yaitu Pro Controls. Peningkatan ini menyajikan akses manual pada sederet pengaturan kamera, mulai dari kecepatan rana, bukaan, hingga white balance.

Kehadiran fitur tersebut dinilai membuat perangkat semakin fleksibel bagi pengguna yang paham teknik fotografi.

"Fitur Pro Controls dapat memberikan kontrol penuh ke fotografer untuk menciptakan foto sesuai dengan teknik yang ingin diterapkan, misalnya freeze photography yang perlu menggunakan shutter speed dengan cepat," jelas Kelvin.

Mengenai performa cip maupun suhu perangkat, Kelvin belum memberi penilaian komprehensif lantaran durasi uji coba yang terbatas. Namun secara teori, cip teranyar semestinya menyajikan performa lebih efektif dan efisien.

Perihal keperluan peningkatan ke generasi baru, ia menilai lompatan teknologi ini akan lebih berguna bagi pemakai yang memang membutuhkan performa tinggi serta kualitas kamera terbaik.

"Iya jika mayoritas penggunaannya membutuhkan performa tinggi dengan kualitas kamera terbaik, karena di setiap series terdapat peningkatan dalam segi performa dan kamera," katanya.

Sensasi berbeda dirasakan Kelvin ketika menguji iPhone Duo, gawai layar lipat perdana buatan Apple. Ia menyebut perangkat tersebut memancarkan nuansa mewah sejak pertama kali digenggam.

"Terlihat sangat premium, berasa kokoh karena bahannya yang terbuat dari titanium. Pada saat perpindahan kondisi terlipat atau terbuka, transisi animasinya sangat satisfying," ungkap Kelvin.

Dalam keadaan terbuka, Kelvin menilai iPhone Duo justru lebih menyerupai perangkat iPad daripada lini ponsel iPhone biasa.

"Terasa seperti produk yang benar-benar dibuat dengan attention to detail di segala aspeknya. Lebih terasa seperti iPad saat kondisi terbuka," katanya.

Apple juga dinilai berhasil memadukan dua bagian layar iPhone Duo hingga menyatu secara mulus, baik dari segi fisik maupun perangkat lunak.

Pencapaian tersebut menjawab persoalan besar pada ponsel lipat, yakni membuat perangkat tidak terasa seperti dua ponsel terpisah yang sekadar disambung oleh engsel.

"Menurutku berhasil, dikarenakan kedua layar terlihat sangat menyatu baik secara fisik maupun secara software," ujarnya.

Saat dilipat, dimensi iPhone Duo disebut menyerupai ukuran paspor. Bobotnya pun dirasa masih ideal untuk diselipkan ke dalam saku pakaian.

"Bobot terasa pas, nyaman dimasukkan ke kantong dalam kondisi terlipat, terasa seperti ukuran paspor," ungkapnya.

Poin lain yang kerap menyedot perhatian dari gawai lipat adalah lipatan layar. Kelvin membeberkan bahwa lipatan pada iPhone Duo terbilang sangat samar tatkala layar berada dalam posisi menyala.

"Sangat sulit terlihat, apalagi dalam kondisi layar menyala. Terlihat sedikit saja jika layar dalam kondisi gelap," katanya.

Sektor engsel turut menyajikan kesan tangguh. Kelvin mengaku sangat mantap saat membuka serta menutup gawai ini berulang kali dengan tempo cepat.

"Terasa lebih kokoh dibanding HP lipat lain. Aku juga pede untuk membuka dan menutupnya beberapa kali dengan cukup cepat," ujarnya.

Ia juga menyoroti transisi antarmuka ketika layar dibuka maupun ditutup. Menurutnya, pergeseran tampilan bergerak secara alami.

"Sangat natural dan satisfying, bahkan aku melipatnya berulang kali hanya untuk melihat betapa halus animasinya," katanya.

Ketika dibuka, bentang layar iPhone Duo disebut jauh melampaui ukuran iPhone Pro Max.

"Layar jauh lebih luas dibanding dengan iPhone Pro Max, lebih terasa seperti memiliki iPad mini," ujarnya.

Dalam sesi uji coba terbatas tersebut, Kelvin sempat menjajal aplikasi kamera tanpa menjumpai hambatan berarti. Ia turut menyoroti penempatan kamera yang tersembunyi di balik panel layar.

"Terasa ajaib karena kamera bisa tersembunyi di balik layar. Hasil foto/video juga cukup baik," katanya.

Meskipun terpesona oleh ponsel lipat perdana Apple ini, Kelvin mengaku masih menetapkan pilihan pada iPhone 18 Pro Max untuk menunjang aktivitas pribadinya.

"Untuk kebutuhanku yang banyaknya di bidang foto/video, aku memilih iPhone 18 Pro Max. Hal ini dikarenakan opsi kamera yang lebih banyak dan profesional," pungkasnya.

Terkini