Proyek HPAL Pomalaa Milik Vale Ditargetkan Full Produksi di 2027

Kamis, 10 September 2026 | 03:12:02 WIB
PT Vale Indonesia Tbk.

JAKARTA - Proyek smelter High-Pressure Acid Leach (HPAL) milik PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada 2027.

Fasilitas smelter tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 120.000 mixed hydroxide precipitate (MHP).

Direktur Vale Indonesia Muhammad Asril menjelaskan bahwa perseroan akan memulai uji coba menyeluruh secara end-to-end atas proyek smelter tersebut pada 15 September 2026.

Tahapan mechanical completion yang semula dipatok pada Desember 2026 berhasil dimajukan seiring dengan akselerasi pengerjaan di lapangan.

”Kami bisa majukan kurang lebih 3—6 bulan. Di tahun 2027, kami bisa mulai full ramp-up dan full produksi 120.000 ton MHP di Pomala,” katanya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Sebagai informasi, IGP Pomalaa merupakan proyek integrasi tambang dan pabrik HPAL bernilai investasi mencapai US$4,5 miliar.

Dalam pengembangannya, Vale berkolaborasi dengan produsen baterai EV Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd asal China serta produsen otomotif Amerika Serikat, Ford Motor Co.

Proyek ini diproyeksikan menghasilkan luaran tahunan sebesar 120.000 ton nikel dan sekitar 15.000 ton kobalt dalam bentuk produk MHP.

”Dari sisi mining, sebenarnya kami sudah mulai menambang. Service company mining sudah onsite. Saat ini kami sudah berproduksi untuk saprolite dan limonite untuk kebutuhan HPAL,” tegasnya.

Hingga saat ini, progres pembangunan area tambang IGP Pomalaa telah menyentuh 83 persen, sementara konstruksi HPAL telah mencapai 86 persen.

Penjualan bijih mineral bahkan sudah bergulir melalui transaksi first ore sell yang telah dilaksanakan pada 28 Februari 2026.

Vale menetapkan target produksi limonit sebesar 300.000 ton per bulan atau setara dengan 9.677 ton per hari.

Di samping itu, perseroan membidik total produksi nickel matte sebesar 67.645 metrik ton untuk sepanjang tahun 2026.

Wakil Presiden Direktur Vale Indonesia Abu Ashar mengonfirmasi bahwa kinerja produksi pada semester I 2026 tercatat cukup stabil.

”Pekerjaan perbaikan sudah dilakukan, kadar nikel dari mining ke pabrik cukup bagus, operasi di pabrik juga cukup stabil, sehingga kami optimistis di tahun ini untuk mencapai target produksi tahunan 67.645 ton,” katanya.

Terkini